EmitenNews.com - Pelayaran Ekalya (ELPI) bakal menggeber right issue Rp739,35 miliar. Itu dengan menjajakan 2,11 miliar saham bernominal Rp100 per helai. Pengeluaran saham anyar tersebut dibalut dengan harga pelaksanaan Rp350 per lembar.

Pengeluaran saham setara 22,18 persen dari modal ditempatkan, dan disetor tersebut ditawarkan dengan rasio 200:57. Setiap pemegang 200 saham lawas dengan nama tercantum dalam daftar pemegang saham pada 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 57 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Di mana, 1 HMETD memberi hak kepada pemegangnya untuk menebbus maksimal 1 saham baru. 

Kreasi Cipta Timur (KCT), pemilik 6.104.700.000 saham atau setara 82,36 persen akan mendapat 1.739.839.500 HMETD. Berdasar surat pernyataan 11 Maret 2026, KCT tidak akan melaksanakan HMETD, dan mengalihkan seluruh HMETD kepada GMT Kapital Asia (GKA). Tan Christian Taniputra (TCT) pemilik 189.000.000 saham atau 2,55 persen akan mendapat 53.865.000 HMETD.

Berdasar surat pernyataan 11 Maret 2026, TCT tidak akan melaksanakan HMETD, dan akan mengalihkan seluruh HMETD kepada GKA. Eka Taniputra (ET), pemilik 6.300.000 saham atau 0,09 persen dengan hak 1.795.500 HMETD. Berdasar surat pernyataan 11 Maret 2026, ET akan mengalihkan seluruh HMETD kepada GKA. 

Berdasar surat pernyataan 10 Maret 2026, GKA akan melaksanakan seluruh HMETD dari KCT, TCT, dan ET yaitu 1.795.500.000 HMETD. Berdasar surat pernyataan 10 Maret 2026, GKA berkomitmen, dan siap mengambil saham diterbitkan perseroan dari KCT, TCT, dan ET dan menyatakan memiliki dana cukup, dan sanggup untuk melaksanakan komitmen tersebut.

Kalau ada sisa saham tidak dieksekusi pemiliknya, PT Binaartha Sekuritas sebagai pembeli siaga akan membeli seluruh sisa saham baru, atau maksimal 316.920.000 saham. Pembeli Siaga memiliki dana cukup untuk mengambil atau membeli seluruh sisa saham, sebagaimana dibuktikan dengan surat pernyataan pada 11 Maret 2026.

Dana hasil right issue akan digunakan sebagai berikut. Yaitu, sekitar 14 persen setara Rp103,78 miliar untuk pembayaran liabilitas jangka pendek yang akan dialokasikan pada 2026, dan 2028 dengan asumsi tidak terdapat perubahan signifikan atas kebijakan fiskal. Lalu, 79 persen alokasi belanja modal untuk pengadaan offshore support vessel perseroan, entitas anak dan/atau afiliasi dengan rencana sebagai berikut.

Realisasi pembelian kapal melalui joint venture dengan pihak ketiga dengan estimasi Rp359,81 miliar. Pembelian kapal dengan estimasi Rp158 miliar. Dan, sisa 7 persen setara Rp50 miliar untuk alokasi likuiditas umum, dan belanja modal untuk biaya operasional termasuk di dalamnya biaya docking, biaya bahan bakar, biaya keagenan, dan biaya operasional lainnya.

Dengan begitu, jadwal right issue perseroan menjadi sebagai berikut. Cum right pasar reguler dan negosiasi pada 30 April 2026. Ex right pasar reguler dan negosiasi pada 4 Mei 2026. Cum right pasar tunai pada 5 Mei 2026. Ex right pasar tunai pada 6 Mei 2026. Recording date pada 5 Mei 2026. Distribusi pada 6 Mei 2026, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Mei 2026. (*)