EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menekankan rencana konsolidasi yang melibatkan Garuda Indonesia Group dan PT Pelita Air Service milik PT Pertamina (Persero) masih berada dalam tahap kajian.

Isu yang sempat mengudara pada September 2025 lalu hingga saat ini belum ada keputusan final terkait bentuk maupun mekanisme konsolidasi tersebut.

Dalam terbitan terbaru Corporate Secretary & Legal Management, Andreas Tumpal H. Hutapea pada Jumat (7/8/2026) memaparkan Ringkasan Tanya Jawab Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026.

"Rencana konsolidasi yang melibatkan Garuda Indonesia Group dan Pelita Air saat ini masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan pada tingkat pemegang saham dan bersama para pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing," ungkap manajemen GIAA.

Menurut Garuda, kajian tersebut bersifat menyeluruh dan mencakup berbagai aspek strategis. Pembahasan ini juga mempertimbangkan penguatan ekosistem penerbangan nasional sekaligus keberlanjutan agenda transformasi perseroan.

"Sampai dengan saat ini belum terdapat keputusan final mengenai bentuk maupun mekanisme konsolidasi tersebut. Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional, pelayanan kepada pelanggan, dan agenda transformasi sebagaimana berjalan saat ini, tanpa terdapat perubahan pada rencana penerbangan maupun komitmen layanan Perseroan," lanjutnya.

Fokus Jaga Operasional dan Kinerja

Di tengah pembahasan konsolidasi, Garuda memastikan operasional tetap berjalan normal. Perseroan juga berkomitmen menyampaikan informasi material sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

"Setiap perkembangan yang bersifat material akan disampaikan oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk merujuk pada informasi resmi yang disampaikan Perseroan melalui kanal keterbukaan informasi," tegas manajemen.

Dalam forum yang sama, Garuda juga memaparkan strategi untuk meningkatkan kinerja. Untuk mengoptimalkan Seat Load Factor (SLF), perseroan menerapkan dynamic pricing, pengembangan jaringan, serta program pemasaran seperti Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) dan Garuda Umrah Travel Fair (GUTF).