Kelola Sampah Jadi Listrik, Danantara Dirikan PT Denera
:
0
PT Danantara Investment Management (DIM) membentuk anak usaha baru, PT Daya Energi Bersih Nusantara atau disingkat Denera untuk mengurus pengelolaan sampah.(Ilustrasi: IG Samuel Sekuritas)
EmitenNews.com - Perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat program waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) direspon oleh PT Danantara Investment Management (DIM). Untuk mengurus pengelolaan sampah ini mereka membentuk anak usaha baru, PT Daya Energi Bersih Nusantara atau disingkat Denera.
"Dengan adanya PT Denera, kami dapat memastikan standar operasional, tata kelola investasi, serta koordinasi dengan mitra domestik dan internasional berjalan secara lebih efektif dan akuntabel," ujar Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia dalam keterangan resmi, Jumat (10/4).
Dijelaskan Pandu, anak usaha Danantara yang dibentuk pada 1 April 2026 ini juga berfungsi sebagai perusahaan holding atas seluruh entitas pelaksana proyek Waste-to Energy atau Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Holding ini mengonsolidasikan seluruh kegiatan investasi, pengembangan, dan operasional proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia.
Denera akan menjadi holding dari setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL, di mana masing-masing BUPP merupakan gabungan antara PT Denera dan konsorsium mitra terpilih.
Program PSEL Danantara Indonesia menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di sejumlah kota di seluruh Indonesia.
"Dengan PT Denera, kami menciptakan platform investasi yang terstruktur dan berdaya saing tinggi. PT Denera juga akan berperan sebagai katalis pengelolaan sampah di hulu dan mengelola berbagai tipe sampah," pungkasnya.(*)
Related News
Di Era Presiden Prabowo, Pembangunan Megaproyek Rp390T Ini Dimulai
Gencarkan Literasi Keuangan Digital, Indosaku Datangi Berbagai Kampus
Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime Futures Strategi Alternatif
Realisasi Investasi Capai Rp511,8 Triliun, Serap 742 Ribu Tenaga Kerja
Dolar AS Loyo ke 100,5, Naikkan Ekspektasi Fed Pangkas Suku Bunga
Emas Global Stabil Dekati USD4.060, Harga Antam Turun Tipis





