Kenaikan Yield Obligasi AS Jadi Perhatian Investor, Simak Rekomendasi Analis

EmitenNews.com - IHSG pada perdagangan Selasa 18 Januari 2022 ditutup melemah 0,47% pada level 6614.
Pelemahan IHSG terjadi karena semua sektor mengalami koreksi dengan kontribusi pelemahan terbesar pada saham sektor teknologi. Investor asing net buy Rp108,52 miliar.
Untuk perdagangan hari ini Waterfront Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 6550/6530 dan resistance 6625/6670. Saham yang mereka rekomendasikan adalah TLKM, TBIG, TPIA, INCO, KLBF, BMRI, ARTO, SIDO, CPIN, dan JPFA.
Semalam indeks di bursa Wall Street ditutup melemah signifikan akibat kenaikan yield obligasi pemerintah AS pada level tertinggi selama dua tahun terakhir. Ditambah laporan kinerja keuangan Goldman Sachs yang mengecewakan.
Yield US-Treasury dengan tenor dua tahun mengalami kenaikan di atas level 1% untuk pertama kalinya sejak Februari 2020.
"Yield US-Treasury dengan tenor dua tahun ini menjadi indikator bagi pasar akan arah dari kebijakan suku bunga pinjaman jangka pendek The Fed," kata analis Waterfront Sekuritas, Ratna Lim.
Yield US Treasury dengan tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan pada level 1,87%, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2020. Akibatnya saham sektor teknologi mengalami koreksi.
Sementara itu harga minyak mentah menguat akibat kekhawatiran akan ketatnya suplay karena meningkatnya ketegangan politik. Sedangkan harga emas melemah karena penguatan dollar AS menjelang pertemuan The Fed pekan depan.(fj)
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker