EmitenNews.com - Indonet (EDGE) per 31 December 2025 membukukan laba bersih Rp120,86 miliar. Menukik 47,92 persen dari episode sama akhir 2024 sejumlah Rp232,07 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian anjlok menjadi Rp60 dari periode sebelumnya Rp115. 

Pendapatan bersih Rp842,11 miliar, drop 17,11 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,01 triliun. Beban pokok pendapatan Rp441,69 miliar, susut dari edisi sama akhir 2024 sebesar Rp593,91 miliar. Laba kotor terkumpul Rp400,42 miliar, melorot dari edisi akhir 2024 sebesar Rp422,9 miliar. 

Beban penjualan Rp5,21 miliar, naik dari Rp4,03 miliar. Beban umum dan administrasi Rp120,17 miliar, bengkak dari Rp100,81 miliar. Pendapatan bunga Rp2,83 miliar, naik dari Rp2,77 miliar. Beban pinjaman Rp114,95 miliar, bengkak dari Rp35,49 miliar. Beban buna liabilitas sewa Rp181 juta, turun dari Rp259 juta. 

Beban operasi lainnya Rp17 miliar, bengkak dari Rp8,59 miliar. Jumlah ekuitas Rp1,82 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp1,7 triliun. Total liabilitas Rp3,62 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir 2024 sebesar Rp1,8 triliun. Jumlah aset Rp5,45 triliun, meroket dari Rp3,51 triliun. 

Saat ini, Indonet tengah memproses delisting, dan go private. Tindakan itu, akan dilakukan setelah mendapat restu investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 22 April 2026 mendatang. Setelah mengantongi izin investor, Digital Edge Ltd (DE) bakal melakukan buyback saham publik melalui penawaran tender sukarela. (*)