Ketidakpastian Global Dorong Rupiah Tertekan ke Level Rp17.286
:
0
Ilustrasi, nilai tukar rupiah ke dolar AS.
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar ditutup melemah 105 poin atau ke level Rp17.286 pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Pada perdagangan selanjutnya, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melemah di rentang Rp17.280-Rp17.340.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan ketidakpastian konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran membuat nilai tukar rupiah tertekan. Sampai saat ini, belum ada kejelasan terkait hasil perundingan di Pakistan, sebab delegasi Iran diketahui tidak hadir dalam perundingan tersebut.
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, Iran menganggap AS melanggar gencatan senjata dengan menangkap kapal tanker Iran yang keluar dari Selat Hormuz. Presiden Trump pun secara sepihak, melakukan gencatan senjata tanpa batas, artinya ada ketakutan AS terhadap Iran jika terjadi perang di Selat Hormuz dan Laut Oman.
“Selain itu, sebentar lagi pergantian gubernur Bank Sentral AS segera dilakukan, dari Powell ke Kevin Warsh. Kita tahu, bahwa benang merah dari Warsh adalah salah satu pejabat bank sentral yang begitu gigih mempertahankan suku bunga bahkan menaikkan suku bunga,” kata Ibrahim kepada emitennews, Kamis (23/4).
Kendati demikian, isu tersebut masih direspons apatis oleh sebagian pelaku pasar.
Sementara dari sentimen domestik, kenaikan harga minyak mentah dunia ditengarai berdampak negatif terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan kebutuhan impor negara hampir sebesar 1,5 juta barel per hari, membutuhkan dolar yang cukup besar, sehingga membuat rupiah tertekan.
Menurut Ibrahim, kuatnya harga minyak mentah Brent Crude Oil di 103, WTI Crude Oil di 98, mengindikasikan adanya kebutuhan anggaran yang cukup besar, terutama dalam pemenuhan subsidi pemerintah.
“Kita juga tahu, pemerintah saat ini tengah mencari dana melalui surat utang negara yang begitu besar, di sisi lain utang jatuh tempo akan berakhir, sehingga memerlukan dana yang cukup besar untuk pembayaran,” tutur Ibrahim.
Kendati demikian, menurut Ibrahim, intervensi Bank Indonesia di pasar domestik maupun internasional, mampu menurunkan tren pelemahan rupiah di Rp17.307 menjadi Rp17.286.
Related News
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed
Korsel 12 Tahun Beruntun Gagal Tembus Pasar Negara Maju MSCI
Hormuz Anteng, Harga Minyak Turun Dekati Level Sebelum Konflik
Incar SIBS 2026, Pemprov Jabar Siapkan 46 Proyek dan Kawasan Industri
Tidak ada Tempat Bagi BUMN Sakit, Target Presiden Tutup 800 Entitas





