Empat Big Bank Indonesia Dapat Outlook Negatif dari Fitch Ratings
:
0
Gedung Fitch Ratings. Foto: fitch
EmitenNews.com - Empat bank besar di Indonesia mendapat outlook negatif dari Fitch Ratings. Keempat bank tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Fitch menyatakan, secara umum lingkungan operasional perbankan Indonesia masih menguntungkan. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap kuat, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,1 persen pada 2026 dan 5,0 persen pada 2027.
Namun demikian, revisi outlook peringkat kedaulatan Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Maret 2026 mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah serta ketahanan eksternal.
Konflik Iran yang berkepanjangan juga dinilai menjadi risiko tambahan, terutama jika harga energi global meningkat dan membebani kemampuan pembayaran utang.
BBNI
Fitch mengonfirmasi peringkat IDR jangka panjang BNI di level ‘BBB’ dengan outlook negatif, sejalan dengan peringkat kedaulatan Indonesia.
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit akan melambat dalam 12–18 bulan ke depan, secara umum sejalan dengan sektor ini,” tulis Fitch.
Pertumbuhan kredit BNI tercatat meningkat menjadi 15,9 persen pada 2025, dari 11,6 persen pada 2024. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) relatif stabil di 1,9 persen, dan rasio pinjaman berisiko membaik menjadi 8,5 persen.
BBCA
Fitch juga mengonfirmasi peringkat IDR jangka panjang BCA di ‘BBB’ dengan outlook negatif, serta peringkat nasional ‘AAA’ dengan outlook stabil.
“Peringkat jangka panjang nasional BCA dapat diturunkan jika profil kredit memburuk dibandingkan emiten lain dalam lingkup peringkat nasional Indonesia,” tulis Fitch.
Secara fundamental, BCA mencatat rasio NPL sebesar 1,7 persen pada 2025 dan rasio pinjaman berisiko 4,8 persen. Rasio permodalan (CET1) juga kuat di level 29,2 persen.
BMRI
Untuk BMRI, Fitch menetapkan peringkat ‘BBB’ dengan outlook negatif, serta mempertahankan peringkat nasional ‘AAA’.
“Kami memperkirakan Mandiri akan mempertahankan profitabilitas yang solid dalam jangka menengah,” tulis Fitch.
Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah sebesar 1,1 persen pada 2025, dengan pertumbuhan kredit 13,4 persen. Angka ini masih berada di atas rata-rata industri.
BBRI
Related News
Dorong Ekosistem Keuangan Syariah, BSN Perkuat Layanan SiPA
IHSG Turun Tipis 0,24 Persen, Sektor Transportasi Malah Melonjak
IHSG Sesi I (22/4) Melorot Tipis 0,2 Persen ke 7.544
Kenaikan Harga Bahan Baku Berbasis Energi Tekan Industri TPT
Bersamaan Stop Impor Solar, 1 Juli Biodiesel B50 Digunakan Nasional
IHSG Dibuka Melemah ke 7.528, Tertekan Sentimen MSCI & Saham Big Caps





