EmitenNews.com - Ketahanan pangan nasional terus menjadi fokus strategis di tengah dinamika global. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kondisi global saat ini merupakan momentum untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan, dan energi sebagai fondasi kemandirian bangsa. 

Sejalan dengan itu, sektor agraria Indonesia pada  2025 menunjukkan capaian positif dengan keberhasilan mencapai swasembada beras. Itu tercermin dari surplus produksi sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan itu, turut membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara, sekaligus mencerminkan penguatan kapasitas produksi, dan daya saing sektor pangan nasional. 

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memproyeksikan total eksport beras 20 ribu ton ke Arab Saudi. "Yang sudah dilaksanakan atau sudah dilaunching 2.000 ton dari proyeksi sekitar 20 ribu ton ke Arab Saudi dalam memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji, jemaah umrah Indonesia, dan syukur-syukur kita bisa juga merebut pasar untuk kebutuhan haji umrah bukan hanya Indonesia tapi juga untuk jemaah lain Arab Saudi," tegas Sudaryono. 

Perkembangan itu, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pertanian secara menyeluruh, termasuk ketersediaan sarana produksi memadai guna menjaga keberlanjutan, dan produktivitas sektor pertanian. Selaras perkembangan itu, Delta Giri Wacana (DGWG) turut membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. 

Kinerja itu, ditandai dengan peningkatan penjualan, dan laba bersih dibandingkan tahun 2024, seiring pertumbuhan volume penjualan seluruh segmen usaha. Pencapaian itu, merupakan kelanjutan dari kinerja operasional perseroan sebelumnya mencatat rekor volume penjualan tertinggi. Pada 2025, penjualan tercatat Rp4,15 triliun, meningkat 23,15 persen dibanding edisi 2024 senilai Rp3,37 triliun. 

Sementara itu, laba diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersih mencapai Rp218,85 miliar, tumbuh 22,48 persen dibanding tahun sebelumnya Rp178,69 miliar. Peningkatan itu, didukung kenaikan volume penjualan seluruh segmen usaha, meliputi agrokimia, pupuk, dan alat-alat pertanian. Kinerja itu, merefleksikan peran dalam menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian nasional. 

Direktur Utama Delta Giri, David Yaory, menyebut capaian itu, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung sektor pertanian nasional. “Kami memandang kinerja 2025 sebagai hasil konsistensi dalam menjaga ketersediaan, dan kualitas produk bagi sektor pertanian nasional. Perseroan akan tetap fokus pada penguatan fundamental bisnis, dan memastikan relevansi produk sesuai kebutuhan petani dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ucap David. 

Sementara itu, Direktur Delta Giri, Danny Jo Putra, menambahkan peningkatan kinerja keuangan turut didukung pengelolaan operasional disiplin. “Pertumbuhan kinerja keuangan pada 2025 mencerminkan upaya dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan volume usaha, dan efisiensi operasional. Perseroan akan terus mengelola bisnis secara prudent agar dapat menjaga keberlanjutan kinerja di tengah berbagai tantangan yang ada,” jelas Danny. 

Sebagai bagian dari ekosistem agro input nasional, Delta Giri akan terus menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, dan kontribusi terhadap sektor pertanian. Perseroan meyakini penguatan distribusi, ketersediaan produk, dan efisiensi operasional menjadi elemen penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. 

Ke depan, perseroan akan melanjutkan strategi yang berfokus pada peningkatan volume, penguatan distribusi, serta efisiensi operasional, dengan tetap mengedepankan pendekatan terukur, dan berkelanjutan. (*)