EmitenNews.com - Indeks saham di Asia pagi ini Jumat (19/11) dibuka naik meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam berakhir beragam (mixed). Indeks S&P 500 dan NASDAQ ditutup naik sementara DJIA memperpanjang penurunan menjadi 2 hari beruntun,


"Kenaikan S&P 500 dan NASDAQ ditopang oleh sentiment positif dari laporan keuangan 3Q21, terutama dari sektor ritel. Dimana Macy’s dan Kohl’s menaikkan proyeksi pendapatan dan laba bersih mereka untuk tahun ini," kata analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.


Imbal hasil (yiled) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 2,4 bps menjadi 1,58% setelah data mingguan pasar tenaga kerja AS (US Weekly Jobless Claims) memperlihatkan pemulihan yang terus berlangsung.


Jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) mencapai 268,000 untuk minggu yang berakhir 13 November, Lebih tinggi dari estimasi 260,000 namun sedikit lebih rendah dari angka pada minggu sebelumnya, 268,000, Angka Initial Jobless Claims berhasil bertahan di bawah level 300,000 selama 6 minggu beruntun.


Jumlah orang yang sudah mencairkan tunjangan pengangguran selama paling tidak 2 minggu beruntun (Continuing Claims) mencapai 2,08 juta di minggu yang berakhir 5 November, lebih rendah dari ekspektasi 2,12 juta dan turun tajam dari angka pada minggu sebelumnya, 2,21 juta.


Investor, menurut Dustin, juga menunggu keputusan Presiden AS Joe Biden dalam hal pemilihan ketua bank sentral. Gedung Putih memiliki 2 opsi, yaitu mempertahankan Jerome Powell sebagai ketua Federal Reserve untuk masa bakti 4 tahun mendatang, atau menggantikan Powell dengan Lael Brainard, salah satu gubernur Federal Reserve.


Para pengamat kebijakan mengatakan kemungkinan besar Powell akan tetap dipertahankan pada posisinya. "Namun jika ternyata Presiden Biden memilih Brainard, pasar akan melihat Brainard sebagai seseorang yang lebih ramah (dovish)," ungkap Dustin.


Untuk perdagangan hari ini Phillip Sekuritas memprediksi IHSG cenderung bergerak bullish di rentang 6.610-6.665. Berikut data teknikal saham yang difavoritkan.


SAME
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 420
Target Price 1 : 450
Target Price 2 : 464
Stop Loss : 402


WMUU
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 175
Target Price 1 : 188
Target Price 2 : 192
Stop Loss : 169


ACES
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 1,345
Target Price 1 : 1,390
Target Price 2 : 1,410
Stop Loss : 1,300,(fj)