Kinerja Solid, MTEL Perkuat Posisi sebagai Next Gen TowerCo
:
0
Pengurus Mitratel pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (MTEL) mengawali tahun 2026 dengan kinerja solid. Itu seiring implementasi strategi ekspansi terarah untuk memperluas konektivitas digital seluruh Indonesia. Perseroan terus mempertegas posisi sebagai penyedia infrastruktur digital terdepan sekaligus mendukung percepatan program Internet Rakyat melalui pengembangan solusi Fixed Wireless Access (FWA).
Transformasi bisnis Mitratel tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Perseroan kini mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower terintegrasi. Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, Mitratel juga tengah memperkuat ekosistem layanan melalui usulan penambahan kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS), sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi infrastruktur lebih komprehensif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyampaikan pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional. Pendekatan itu, tidak hanya menghadirkan akses internet berkualitas, dan terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan energi andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Dari sisi operasional, hingga Kuartal I 2026 Mitratel mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9 perssen secara tahunan. Lebih dari 59 persen portofolio tersebut berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), mencerminkan fokus ekspansi yang sejalan dengan kebutuhan pemerataan infrastruktur nasional.
Kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi 11,3 persen menjadi 23.006 unit, dan peningkatan tenancy ratio menjadi 1,57x menunjukkan makin optimalnya produktivitas aset. Di sisi lain, jaringan fiber optic Perseroan tumbuh signifikan sebesar 17,3 persen menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel sebagai mitra utama dalam pengembangan Fiber-to-the- Tower (FTTT).
Kinerja operasional tersebut turut mendorong pertumbuhan keuangan tetap solid. Pada Kuartal I 2026, Mitratel membukukan pendapatan Rp2,29 triliun atau tumbuh 1,4 persen secara tahunan, dengan laba bersih mencapai Rp545 miliar atau meningkat 3,6 persen YoY. EBITDA margin juga tetap terjaga kuat di level 82,7 persen, mencerminkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan berkelanjutan.
Dengan struktur permodalan sehat, dan leverage terkendali, Mitratel memiliki fleksibilitas memadai untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik selektif sepanjang 2026. Ke depan, perseroan berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G Indonesia. Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, dan pengembangan layanan Power-as-a-Service menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah menjadi karakteristik utama teknologi tersebut.
Di sisi keberlanjutan, Mitratel juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan skor risiko ESG sebesar 18,8 atau dalam kategori risiko rendah dari Sustainalytics, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.
Dengan fundamental kuat, skala aset yang luas, serta strategi terintegrasi, Mitratel optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan. (*)
Related News
BMRI Jadwalkan Dividen Final Rp377 per Saham, Cum Date 8 Mei 2026
INDF Kemas Laba Rp2,96 Triliun, Surplus 9 Persen Kuartal I 2026
Lewati Kuartal I, Kimia Farma (KAEF) Balikkan Rugi jadi Laba Bersih
Kuartal I 2026, BTPN Syariah (BTPS) Kualitas Portofolio Meningkat
Tok! TUGU Sulap 50 Persen Laba Jadi Dividen, Yield Atraktif
APLN Balikkan Rugi Jadi Laba Q1-2026 tapi Recurring Income Tertekan





