EmitenNews.com - Antony Kumala Wijaya (25) dan Kastomi (24) memulai perantauannya dari Singkawang ke Ibukota untuk mencari hidup yang lebih baik. Kemudian, dua saudara menjadi asisten pribadi Andika Sutoro Putra, investor dan venture capitalist muda. Tony dan Tomi bekerja dengan penghasilan di bawah 10 juta dan tidak sempat mengenyam pendidikan S1 karena faktor ekonomi. 

Namun, apa yang terjadi pada dua karyawan sehingga dapat sukses menjadi miliarder dan membeli BMW dalam tiga tahun?


Money management yang baik, biaya makan satu hari 20 ribu per orang

Prinsip Antony dan Kastomi adalah money management yang baik. Mereka melakukan investasi awal sebanyak 30% dari penghasilan, kemudian terus bertambah hingga 70%. Hal ini dilakukan karena mereka telah mengetahui mana kebutuhan (needs) dan mana keinginan (wants).


“Kita investasi awal 30%, kemudian pelan-pelan nambah jadi 60-70%. Disitu gua bisa bedain mana kebutuhan, mana keinginan,” ucap Tomi.

Putra menceritakan perjuangan asisten pribadinya ketika melihat mereka pergi makan membawa bekal dari rumah dengan lauk 3T (tahu, tempe, tauge). Tony membenarkan dengan menyebut uang makan yang mereka siapkan setiap harinya adalah 30 - 40 ribu.

“Sehari 30 sampai 40 ribu, lauknya tahu, tempe, tauge. Makan untuk berdua dalam sehari. Saya yang siapin,” kata Tony.


Take action dengan mindset dan skill set yang mumpuni

Antony dan Kustomi pertama kali melakukan investasi saham di tahun 2017. Mereka diminta untuk menganalisa keuangan 600 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisa perusahaan dan mentor Putra membantu mereka melakukan 

investasi di perusahaan dan waktu yang tepat.