EmitenNews.com - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang tajam memukul beberapa sektor industri termasuk otomotif. Namun, Hyundai Motors Indonesia memiliki strategi dalam menghadapi pelemahan rupiah tersebut.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Hyundai tidak ada rencana menaikkan harga mobil di pasar Indonesia karena rupiah yang melemah.

“Enggak. Kita enggak ada rencana untuk menaikkan harga. Hyundai tidak ada keinginan untuk menaikkan harga karena kita melihat bahwa market ini dalam posisi akan naik, sehingga kita harus berkontribusi untuk Indonesia khususnya,” ucapnya kepada wartawan di sela pengundian pemenang FIFA World Cup 2026™ Test Drive Campaign periode April 2026 dalam acara Hyundai x FIFA World Cup 2026™ Raffle Winner Announcement di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Fransiscus mengatakan sebenarnya ketika rupiah melemah tajam secara otomatis jika bicara hukum ekonomi maka suku bunga perbankan pun akan naik . “Nah tapi sampai saat ini kan yang kita lihat walaupun yang namanya tadi nilai tukar melemah tapi kan bunga masih tetap dipatok 4,75 ya, yang SBI rate-nya,” ujarnya

Hyundai melihat pemerintah juga berusaha untuk menahan BI Rate supaya ekonomi terus berputar. “Nah usaha-usaha itu kita apresiasi sebagai salah satu pelaku industri di bidang otomotif dan mudah-mudahan juga kita bisa survive di tahun ini,” ucapnya.

Selain itu, Frans juga mengatakan setiap pelaku industri, tidak hanya di otomotif mempunyai hedging nilai tukar, dalam hal ini nilai tukar rupiah. Para pelaku industri melakukan perlindungan ke rupiah terhadap dolar AS untuk mencegah pelemahan. “Nah biasanya akan butuh waktu 3 bulan sampai dengan 4 bulan untuk adjustment. Nah kita lihat apakah ini akan continue atau berkelanjutan pelemahan ini, tapi kalau enggak berkelanjutan mungkin akan ditahan semua harganya,” ucapnya.