EmitenNews.com - KISI Asset Management menyoroti peluang investasi di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi oleh stagnasi ekonomi, ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan bank sentral, serta isu perubahan iklim.

Menurut Arfian Prasetya Aji, Ekonom KISI Asset Management, situasi saat ini, yang ditandai dengan era suku bunga tinggi, menciptakan momentum strategis untuk berinvestasi, terutama dalam obligasi korporasi.

Arfian menjelaskan, data inflasi AS terbaru menunjukkan peningkatan dari 2,1 persen menjadi 2,3 persen secara tahunan (year-on-year), sementara klaim pengangguran awal tercatat lebih rendah dari perkiraan, yaitu 213 ribu. 

Kondisi ini memberikan alasan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Ia memprediksi, hingga akhir tahun, The Fed berpotensi menurunkan suku bunga 25 basis poin (bps) dan hanya 50 bps sepanjang 2025.

Kebijakan ekonomi baru di bawah presiden terpilih Donald Trump, seperti pemotongan pajak dan pembatasan imigrasi, juga diperkirakan memengaruhi arah suku bunga The Fed. 

Perubahan ini berdampak pada aliran modal dan nilai tukar di Indonesia, dengan ruang pemangkasan suku bunga Bank Indonesia diprediksi terbatas pada tahun depan.

Dengan kupon obligasi korporasi yang relatif tinggi, KISI Asset Management merekomendasikan investasi di instrumen ini. Produk unggulan mereka, KISI Fixed Income Fund Plus, mencatatkan imbal hasil bersih sebesar 3,88 persen dalam enam bulan terakhir. 

“Produk ini menunjukkan stabilitas performa meski di tengah berbagai gejolak pasar,” ujar Arfian.

Sebagai bagian dari Korea Investment Holding, KISI Asset Management mengelola dana senilai Rp2,8 triliun melalui 14 produk reksa dana, termasuk pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan lainnya. (*)