KOBX, Pengiriman Perdana Alat Berat Bertenaga Listrik Shantui LE60-X5
:
0
Shantui Electric Wheel Loader LE60-X5 memiliki kapasitas bucket sebesar 4,4-meter kubik, meningkat dibandingkan versi sebelumnya yang memiliki kapasitas 3-meter kubik. Dok. KOBX.
EmitenNews.com - PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) melalui anak usahanya PT Kobexindo Konstruksi Indonesia, melakukan pengiriman perdana Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 bertenaga baterai memenuhi permintaan industri di Sumatera. Emiten penyedia alat berat terintegrasi itu, mendukung kebutuhan operasional di berbagai sektor, termasuk pertambangan, konstruksi, dan agribisnis.
LE60-X5 berada di kelas 6 ton, unit ini menjadi bagian dari langkah Perseroan dalam memperkuat portofolio alat berat bertenaga listrik sekaligus menjawab kebutuhan pasar terhadap solusi alat berat yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan biaya operasional.
Dalam keterangannya Kamis (13/8/2026), Direktur Utama Kobexindo Group, Andry B. Limawan, mengatakan bahwa kehadiran Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 merupakan respons Perseroan terhadap meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap alat berat. Terutama yang menawarkan performa, efisiensi operasional, dan aspek lingkungan yang lebih baik.
Untuk merespons kebutuhan pasar terhadap alat berat berkualitas tinggi dengan biaya operasional yang lebih efisien serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan, Kobexindo kembali memperkenalkan alat berat bertenaga listrik melalui Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5.
Sebelumnya, perseroan telah memasarkan forklift bertenaga listrik Jungheinrich dan hybrid dump truck Tonly. Kedua produk tersebut mendapat sambutan positif dari pelanggan.
“Kami berharap Shantui Wheel Loader Electric LE60-X5 juga dapat memperoleh respons yang baik dari pasar dan kami telah melakukan pengiriman kepada salah satu pelanggan di Sumatera," ujar Andry B. Limawan.
Membutuhkan Waktu Pengisian Daya Sekitar 1 Jam
Penting diketahui Shantui Electric Wheel Loader LE60-X5 memiliki kapasitas bucket sebesar 4,4-meter kubik, meningkat dibandingkan versi sebelumnya yang memiliki kapasitas 3-meter kubik. Dengan dukungan sistem penggerak bertenaga listrik, unit ini dapat beroperasi selama sekitar 6-8 jam dalam kondisi penggunaan normal dan membutuhkan waktu pengisian daya sekitar 1 jam.
Penggunaan tenaga listrik memberikan peluang efisiensi operasional dibandingkan alat berat konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Selain menawarkan alternatif sumber energi, teknologi elektrifikasi juga dapat membantu pelanggan mengoptimalkan biaya energi, terutama di tengah dinamika harga bahan bakar solar.
Kobexindo melihat elektrifikasi alat berat sebagai salah satu perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri ke depan. Selain aspek efisiensi, penggunaan energi listrik juga berpotensi mendukung upaya pelanggan dalam mengurangi emisi dari aktivitas operasional, khususnya pada sektor yang memiliki kebutuhan alat berat secara intensif.
Related News
PTSN Raih Kredit USD20 Juta dari Bank Mandiri, Siap Garap Proyek Baru
Nasib Charoen Pokphand (CPIN) Usai Ditendang MSCI, Analis Ungkap Ini
Logisticsplus (LOPI) Gandeng Raksasa Kereta China CRRC, Ini Targetnya
Sinergi Merger USD153 Juta, EXCL Pangkas Rugi & Ekspansi 5G di 1H2026
Respons GOTO Usai Ditendang dari MSCI Global Standard Index
Harga Meroket 300 Persen, Emiten Grup Bakrie Kena Gembok Lagi!





