EmitenNews.com - Taipan Dato Sri Tahir melepas 39,5 juta saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO). Aksi korporasi pendiri Mayapada Group itu berlangsung dalam dua transaksi pada September 2026 dengan nilai total Rp474 miliar. Kini sang taipan hanya menguasai 10,46% saham emiten pengembangan properti, dan real estate itu, tapi tetap sebagai pemegang saham pengendali MPRO.

Di sisi kinerja, MPRO membukukan pendapatan Rp3,2 miliar pada semester I/2026, naik 53,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp2 miliar. Namun, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih Rp16,2 miliar.

Mengutip laporan manajemen Senin (28/9/2026), penjualan pertama dilakukan pada 18 September 20026 dengan jumlah 37 juta unit di harga Rp12.000 per saham menjadi senilai Rp444 miliar.

Setelah transaksi pertama itu, jumlah saham yang dimiliki Tahir berkurang dari 1.079.820.263 unit atau setara 10,86% hak suara menjadi 1.042.820.263 unit saham atau 10,49%.

Selang empat hari kemudian pada 22 September 2026, Tahir kembali melepas 2,5 juta unit saham MPRO dengan harga Rp12.000 per saham atau senilai Rp30 miliar.

Setelah penjualan kedua, kepemilikan Tahir turun menjadi 1.040.320.263 unit saham atau setara 10,46% hak suara. Laporan tersebut juga mencatat status Tahir sebagai pemegang saham pengendali dan menyebutkan bahwa pengendalian tetap akan dipertahankan. ***