Kondisi Keuangan dan Likuiditas WIKA Masih Lemah, Pefindo Ungkap Ini
:
0
Ilustrasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Dok. WIKA.
EmitenNews.com - Kondisi keuangan dan likuiditas PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) masih lemah. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, BUMN sektor konstruksi, dan infrastruktur itu,juga menghadapi risiko dari ekspansi yang dilakukan sebelumnya.
“Peringkat korporasi mencerminkan profil keuangan dan likuiditas WIKA yang lemah serta risiko yang berasal dari ekspansi yang dilakukan sebelumnya.” Demikian tulis Pefindo dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (22/9/2026).
Pemeringkat Efek Indonesia memangkas peringkat Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menjadi idD(sy) dari sebelumnya idCCC(sy). Penurunan peringkat ini dilakukan setelah WIKA menunda pembayaran bagi hasil sukuk yang seharusnya jatuh tempo pada 18 September 2026.
Di luar sukuk tersebut, Pefindo mempertahankan peringkat korporasi WIKA di level idSD. Obligasi Berkelanjutan II tetap berperingkat idD, sedangkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II dan III masing-masing tetap di idD(sy). Untuk instrumen obligasi dan sukuk WIKA lainnya yang masih beredar berada di level idCCC.
Pefindo dapat meninjau kembali peringkat WIKA apabila perseroan mampu memenuhi kewajiban pembayaran pokok, kupon, dan bagi hasil atas obligasi maupun sukuk yang telah jatuh tempo.
Asal tahu saja. WIKA merupakan BUMN konstruksi. BUMN yang berdiri sejak 1960 itu, menjalankan bisnis di sejumlah sektor. Mulai dari investasi, real estate dan properti, infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, hingga industri.
Per 30 Juni 2026, kepemilikan saham WIKA terdiri atas Pemerintah Indonesia melalui Saham Dwiwarna, PT Danantara Asset Management (Persero) 90,02%, BP BUMN 1%, dan publik 8,98 persen. ***
Related News
Setoran Modal Rp5M, Sinar Mas Multiartha (SMMA) Perkuat Anak Usaha
Serok Terus! Edwin Soeryadjaya Nyaris Tiap Hari Buy SRTG di September
PSSI Mau Bagi Saham Bonus Rp100 Per Helai, Restu Ada di RUPSLB
EURO Restui Rights Issue 2 Miliar Saham dan Rombak Manajemen
Stock Split Direstui, 3 Miliar Saham PBSA Siap Ramaikan Pasar
FUTR Perluas Ekspansi, Rambah Bisnis Infrastruktur Air Minum





