EmitenNews.com - Sepanjang tiga bulan terakhir, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mengantongi tambahan kontrak senilai Rp20,94 miliar. Alhasil, total kontrak yang berhasil dibukukan perseroan sepanjang tahun 2026 mencapai Rp837,22 miliar.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo menerangkan bahwa capaian itu mencerminkan berlanjutnya permintaan terhadap armada offshore ELPI sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis Perseroan di segmen tersebut.

Di saat yang sama, ELPI juga terus memperkuat ekspansi armada melalui pembangunan kapal baru seiring meningkatnya kebutuhan industri offshore, baik di pasar domestik maupun internasional.

Tingginya permintaan tersebut didukung oleh sinergi dengan PT Orela Shipyard (“Orela”) sebagai perusahaan afiliasi yang memiliki kapabilitas dalam pembangunan kapal. Seiring meningkatnya kebutuhan armada, aktivitas pembangunan kapal di Orela saat ini telah mencapai kapasitas penuh (full capacity) untuk mendukung kebutuhan Perseroan.

“Perolehan kontrak tambahan senilai Rp20,94 miliar sejak pertengahan Juli hingga akhir September 2026 mencerminkan berlanjutnya permintaan terhadap armada offshore ELPI. Dengan tambahan tersebut, total nilai kontrak yang berhasil dibukukan Perseroan mencapai Rp837,22 miliar, setelah sebelumnya mencatatkan kontrak senilai Rp816,28 miliar sepanjang semester I hingga awal semester II 2026. Capaian ini turut memperkuat momentum pertumbuhan bisnis Perseroan sekaligus mendukung kesiapan armada dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Wawan dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

Sementara itu, Chief Operating Officer Domestik ELPI, Sentono Fristian Yhulis Tianto menyampaikan bahwa pengembangan armada jenis Fast Crew Boat Jawara Series terus menunjukkan perkembangan positif melalui sejumlah kontrak yang diperoleh Perseroan.

Dua unit, Jawara 3402 dan Jawara 3403 telah memperoleh kontrak baru untuk operasional domestik di Bintuni dengan estimasi nilai USD2,25 juta. Sementara satu unit crewboat Jawara 3404 tengah dibangun dan dipersiapkan untuk peluang kontrak di kawasan Middle East.

Saat ini, dua kapal ELPI, Kazo Agility 2 dan Kazo Agility 3 juga telah beroperasi di Saudi Aramco. Selain itu, satu kapal Jawara 24 meter milik ELPI mengamankan kontrak dengan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di wilayah Cepu senilai USD4,86 juta.

Secara total, ELPI telah mengamankan dan mengidentifikasi potensi kontrak senilai USD10,75 juta hingga akhir tahun, terdiri dari pengoperasian armada Jawara Series di pasar domestik akhir kuartal III senilai USD7,11 juta dan potensial kontrak awal akhir kuartal IV senilai USD3,5 juta.

"Keberhasilan memperoleh kontrak di wilayah Cepu ini mencerminkan pengakuan pasar terhadap kualitas dan performa armada Jawara 24 meter yang dikembangkan ELPI. Capaian ini menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk terus memperkuat eksistensi di pasar internasional, khususnya pada segmen offshore,” ujar Sentono.