Konversi Utang Rp445 Miliar, BAJA Akan Terbitkan 1 Miliar Saham Baru
Emiten peleburan baja PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
EmitenNews.com - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menyiapkan langkah korporasi strategis berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) yang akan dibarengi penyelesaian utang kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (SS).
Dalam keterbukaan informas, Jumat (20/2/2026), manajemen Perseroan menjelaskan bahwa rencana tersebut mencakup penerbitan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru. Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk melunasi utang pokok dan bunga BAJA kepada SS serta memperkuat modal kerja Perseroan.
Utang yang akan diselesaikan ini berasal dari Perjanjian Kredit tertanggal 3 Oktober 2011 dengan nilai pokok pinjaman sebesar USD 20,6 juta, yang telah beberapa kali diperpanjang dan terakhir berlaku hingga 3 Oktober 2026. Berdasarkan Perjanjian Penyelesaian Utang yang ditandatangani pada 19 Februari 2026, kedua pihak sepakat menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023.
Dengan acuan tersebut, total piutang SS kepada BAJA dalam rupiah tercatat sebesar Rp445,34 miliar, terdiri dari utang pokok Rp317,57 miliar dan bunga Rp127,77 miliar. Kesepakatan penggunaan kurs ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sekaligus transaksi material sesuai ketentuan POJK 17/2020.
Dalam skema penyelesaian, SS akan mengambil bagian saham baru dalam PMHMETD I dengan mekanisme kompensasi piutang senilai USD 20,6 juta untuk pokok utang. Sementara itu, pembayaran bunga akan dilakukan BAJA menggunakan dana hasil rights issue. SS juga sepakat menghentikan perhitungan dan penagihan bunga sejak 19 Februari 2026 hingga proses konversi piutang menjadi saham rampung.
Kepastian jumlah saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, serta rincian penggunaan dana akan diungkap lebih lanjut dalam prospektus PMHMETD I.
Adapun Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 31 Maret 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham. Pernyataan pendaftaran PMHMETD I direncanakan masuk ke OJK pada 11 Juni 2026 dengan target efektif pada 7 Agustus 2026.
L
Related News
Viral Mobil Terseret Banjir di Akses Spring City, Begini Respons BKSL
JGLE Godok Rights Issue Rp414 Miliar, Siap Akuisisi 61,86 Persen JLA
Mandiri Terang Divestasi 125 Juta Saham PEGE, Tembus Rp20 Miliar
CBDK Diguyur Aksi Jual 25 Juta Saham oleh Tunas Mekar Senilai Rp157,5M
Progres 50 Persen, TPIA Kebut Pabrik Kimia Raksasa Cilegon
Yang Satu Terperosok Bearish, Yang Satu Melejit, Dua Saham Digembok





