EmitenNews.com - Dwi Satrya Utama resmi menguras kepemilikan sahamnya di PT KDB Tifa Finance (TIFA) menjadi nihil. Perusahaan asal Surabaya itu sebelumnya mengoleksi 15 persen saham TIFA sebelum akhirnya ditampung oleh Korea Development Bank.

Transaksi itu terjadi karena adanya pemenuhan ketentuan perjanjian pengikatan jual beli saham, sehubungan dengan pengambilalihan TIFA oleh Korea Development Bank di tahun 2020.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham tertanggal 31 Juli 2026, terdapat transaksi sebanyak 532.707.259 lembar saham dari Dwi Satrya Utama ke Korea Development Bank di harga Rp520 per helainya, pada 30 Juli 2026.

Alhasil, dari transaksi itu, porsi kepemilikan saham Korea Development Bank di TIFA melonjak hingga 92,50 persen atau setara 3.285.628.084 lembar saham, dibandingkan posisi sebelumnya 77,50 persen atau 2.752.920.825 lembar saham.

Sementara itu, dana segar yang dikantongi Dwi Satrya Utama dari penjualan seluruh sahamnya sekitar Rp277 miliar.

Di sisi lain, menilik laporan bulanan registrasi pemegang efek TIFA, porsi saham publik atau free float masih berkutat di posisi 7,5 persen.

Pada perdagangan intraday Jumat (31/7), saham TIFA terpantau menguat 24,38 persen atau naik 78 poin ke level Rp398.