Koreksi, IHSG Susuri Level 7.630

Pelaku pasar tampak serius mengamati pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan mengalami pelemahan lanjutan. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 28 Oktober 2024, Phintraco Sekuritas meramal IHSG akan mengorbit support 7.630-7.650. Support level tersebut juga berhimpitan dengan MA20.
Oleh sebab itu, pergerakan selanjutnya IHSG akan bergantung pada kemampuan IHSG bertahan di atas 7.630 atau tidak. Di sisi level resistance berada di kisaran 7.850. Fokus pasar masih kepada kinerja emiten kuartal III 2024. Emiten bank macam BMRI, dan BRIS dijadwalkan rilis awal pekan.
Lalu, diikuti Astra (ASII), dan Adaro (ADRO), selanjutnya consumer related macam Indofood (ICBP), dan Kalbe Farma (KLBF) jelang akhir pekan. Secara umum, pekan ini diperkirakan sebagai puncak periode rilis kinerja keuangan.
Sementara itu, indeks-indeks Wall Street mengakhiri perdagangan Jumat, 35 Oktober 2024 dengan beragam. DJIA dan S&P 500 menyudahi 6 pekan rally penguatan, sementara rally Nasdaq memasuki pekan ketujuh. Nasdaq ditopang antisipasi rilis kinerja keuangan perusahaan teknologi besar pekan ini, di antaranya Amazon, Meta, Microsoft, dan Nvidia.
Wall Street dibayangi U.S. 10-year Bond Yield relatif tinggi yaitu 4,24 persen pekan lalu. Kondisi itu, dipicu data durable goods orders 0,4 persen mom edisi September 2024, dan Michigan Consumer Sentiment 70,5 persen periode Oktober 2024 lebih tinggi dari perkiraan.
Data-data tersebut memicu keraguan pasar terhadap agresivitas pemangkasan suku bunga acuan the Fed sisa 2024. Pekan ini, pasar mencermati indikator-indikator ketenagakerjaan AS berpotensi mempengaruhi pandangan pasar terhadap arah kebijakan moneter the Fed sisa 2024.
Selain itu, pasar akan merespon indeks manufaktur Tiongkok diperkirakan sudah kembali ke atas 50 edisi Oktober 2024. (*)
Related News

IHSG Naik 0,53 Persen di Sesi I, Cek Saham Pendorongnya

Hingga Juni KUR Sudah Terkucur Rp133 Triliun ke 2 Juta UMKM

Tarif Deal! IHSG Tancap Gas

Tunggu BI Rate, IHSG Susuri Level 7.200

Laju IHSG Mulai Tersendat, Serok Saham BMRI, BFIN, dan INKP

Modal Rp6 Triliun, Indonesia akan Jadi AI Data Center Pertama Asia