KPR Atraktif, BTN Labeli TOD Manggarai Bunga 6 Persen hingga Lunas
:
0
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumu (tengah) bersama Menteri PKP Maruarar Sirait (dua kanan), dan Dirut BTN Nixon (kanan) kala menghadiri groundbreaking Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8). FOTO - Dok BTN
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun dan suku bunga 6 persen tetap hingga lunas. Itu penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian vertikal terjangkau kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta.
Skema pembiayaan tersebut disiapkan seiring dimulainya pembangunan Hunian Manggarai di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Properti. Proyek tersebut akan menghadirkan 3.784 unit hunian dalam delapan tower di kawasan terintegrasi dengan salah satu simpul transportasi publik utama Jakarta.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, skema pembiayaan jangka panjang tersebut dirancang untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat terhadap hunian di tengah kota dengan cicilan lebih terjangkau, dan kepastian suku bunga dalam jangka panjang. “Mandat kita mengurus rumah rakyat. Skema KPR ini kita coba 40 tahun dengan bunga 6 persen sampai lunas. Jadi, bunga tidak akan berubah,” ujar Nixon di sela groundbreaking Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat (21/8).
Bersamaan dengan groundbreaking, BTN dan PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai. PKS ditandatangani Nixon bersama Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany, melanjutkan kolaborasi BTN dan KAI sebelumnya telah dirintis melalui Nota Kesepahaman.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan skema pembiayaan, penyediaan layanan perbankan dan transaksi, pemasaran bersama, serta dukungan akses pembiayaan bagi konsumen. BTN juga menyiapkan balé by BTN sebagai salah satu kanal untuk pendaftaran minat dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai.
Nixon mengatakan, daya tarik Hunian Manggarai terletak pada kombinasi keterjangkauan dan lokasinya yang berada di pusat kota serta dekat dengan jaringan transportasi publik. BTN akan menjaga harga hunian di proyek tersebut berada di bawah Rp600 juta. “Tengah Jakarta, dekat transportasi, harga kita jagain di bawah Rp600 juta. Dapat subsidi suku bunga,” kata Nixon.
BTN juga akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan dengan menyesuaikan proses pembelian dengan perkembangan pembangunan proyek untuk memastikan perlindungan konsumen. Sementara itu, pembahasan mengenai pembiayaan konstruksi kepada KAI Properti masih berlangsung.
Menurut Nixon, Hunian Manggarai akan menjadi pilot project pengembangan hunian vertikal terjangkau di tengah Kota Jakarta. Model tersebut berpotensi direplikasi pada kawasan di sekitar stasiun maupun simpul transportasi publik lainnya, seiring semakin terbatas dan mahalnya lahan untuk rumah tapak di kota-kota besar. “Di Jabodetabek stasiun itu banyak sekali. Kita akan mulai dari daerah-daerah stasiun kereta karena lebih mudah. Setelah itu mungkin kita akan bicara kawasan LRT dan MRT,” ujarnya.
Menurutnya, hunian vertikal terintegrasi dengan transportasi publik juga semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, termasuk generasi muda yang mengutamakan kemudahan mobilitas dan kedekatan dengan pusat aktivitas. “Di Jakarta dan kota besar, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal. Jadi kita harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, Jakarta pasti ke atas. Anak muda sekarang juga suka, yang penting di tengah kota, dan sarana transportasinya dekat,” kata Nixon.
Jangkau Masyarakat Lebih Luas
Related News
Avian Brands Peringkat #1 Sustainalytics ESG Risk Rating
Intip Kinerja Elnusa (ELSA) di Semester I 2026, Positif?
SWAP UGM Beber Risiko dan Proyeksi Usaha Ke Depan, Bagaimana?
Akuisisi, Emiten Raffi-Nagita (VISI) Private Placement 307 Juta Helai
Ini Lini Bisnis Perusahaan IT yang Dilepas EMTK dan Dibeli Yuslinda
BEEF Jelaskan Lonjakan Harga Sahamnya Hingga Disuspensi BEI





