Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ini Rekomendasi Kementerian LHK!
:
0
Ilustrasi buruknya kualitas udara di DKI Jakarta. dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Kualitas udara di DKI Jakarta tergolong buruk. Untuk mengurangi pencemaran udara di wilayah yang kini dipimpin Pj. Gubernur Heru Budi Hartono itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro memaparkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya penerapan uji emisi berkala. Lainnya, jangan gunakan lagi BBM jenis Pertalite.
Dalam media briefing di Kementerian LHK, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2023), Sigit Reliantoro menjelaskan sedikitnya delapanrekomendasi penelitian Vital Strategic untuk mengurangi pencemaran udara di Jakarta.
Delapan rekomendasi yang dikaji dan kemudian disimulasikan, yaitu pengadaan kendaraan operasional listrik, pengetatan standar emisi menjadi Euro 4, pengadaan bus listrik TransJakarta. Lainnya, uji emisi, peralihan dari angkutan pribadi ke angkutan umum, konversi ke kompor listrik, pengendalian debu dari konstruksi, dan larangan pembakaran sampah terbuka.
"Kita melihat sebagian sudah dikerjakan. Pak Pj Gubernur DKI sudah komitmen menambah 100 kendaraan TransJakarta dengan listrik," katanya.
Analisis yang ada menunjukkan, sektor transportasi merupakan penyumbang polusi terbanyak di Jakarta. Untuk itu, pihak Kementerian LHK mendorong penerapan uji emisi berkala sebagai solusi jangka pendek polusi udara di Jakarta.
Related News
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan
Stok Beras 5,3 Juta Ton di Gudang Bulog, Anggota DPR Soroti Bahaya Ini
Jakarta Job Fair 2026, Ribuan Loker yang Juga Bisa Diakses Disabilitas





