EmitenNews.com - PT Bank Mestika Dharma Tbk. (BBMD) mencatat kondisi laba bersih sebesar Rp319,98 miliar pada 2025, angkanya turun 21 persen dari posisi Rp403,38 miliar pada 2024.

Presiden Direktur BBMD Achmad Kartasasmita menyebut penurunan laba terjadi di tengah tekanan global.

“Sepanjang tahun 2025, perekonomian global masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi, yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang ketat diberbagai negara, dinamika geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan global. Namun, dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin,” katanya dalam rilis, Rabu (10/6/2026).

Penurunan laba sejalan dengan langkah perseroan memperkuat pencadangan. Perseroan turut menargetkan naik kelas menjadi Bank Kelompok Modal Inti 2 sebelum 2028.

“Pada tahun 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp 320 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan langkah Perseroan dalam memperkuat pencadangan dan menjaga kualitas aset,” ujar Achmad.

Meski laba turun, kredit BBMD tumbuh 3,65% year-on-year menjadi Rp11,22 triliun. Dana Pihak Ketiga naik 6,85% ke Rp10,99 triliun.

Ekuitas perseroan naik 7,12% menjadi Rp5,45 triliun. Artinya, bank BBMD memiliki kekurangan kisaran Rp650 miliar untuk memenuhi minimum modal inti KBMI 2 di Rp6 Triliun.

CAR menguat ke 46,49% dari 44,93%. Namun, NPL gross naik ke 1,56% dari 0,66%. ROA tercatat 2,49% dan ROE 6,10%.

Untuk dana murah, BBMD mengandalkan digitalisasi lewat aplikasi MIND yang rilis 2025.

“Bank Mestika sedang memantau hasil pencapaian MIND. Kalau dibandingkan bank lain, MIND sudah cukup bersaing atau tidak, saat ini kami sedang menganalisa apakah MIND ini bisa meningkatkan jumlah nasabah baru terutama yang berusia muda,” kata Achmad.