Laba NSSS Kuartal III 2025 Melambung 309,3 Persen
Tiga petugas tengah memeriksa infrastruktur perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Nusantara Sawit (NSSS) per 30 September 2025 mengemas laba bersih Rp554,12 miliar. Melambung 309,3 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp135,38 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar ikut melejit menjadi Rp23,28 dari sebelumnya Rp5,69.
Penjualan terakumulasi Rp1,49 triliun, melonjak 56,84 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp954,8 miliar. Beban pokok penjualan Rp681,48 miliar, bengkak dari sebelumnya Rp647,17 miliar. Laba kotor terkumpul Rp810,03 miliar, mengalami lompatan 163,31 persen dari Rp307,63 miliar.
Keuntungan atas Perubahan nilai wajar aset biologis Rp15,55 miliar, susut dari Rp31 miliar. Beban penjualan Rp5,2 miliar, turun dari Rp5,66 miliar. Beban umum dan administrasi Rp58,2 miliar, bengkak dari Rp39,65 miliar. Pendapatan operasi lainnya Rp3,78 miliar, melonjak dari Rp2,46 miliar. Beban operasi lainnya Rp528,97 juta, susut dari Rp5,61 miliar.
Laba usaha Rp765,43 miliar, melonjak 163,78 persen dari Rp290,17 miliar. Pendapatan keuangan Rp23,15 miliar, naik dari Rp15,44 miliar. Pajak final atas pendapatan keuangan Rp855,59 juta, bengkak dari Rp532,9 juta. Beban keuangan Rp115,42 miliar, susut dari Rp127,84 miliar. Laba periode berjalan Rp554,12 miliar, meroket dari Rp135,38 miliar.
Total ekuitas tercatat senilai Rp1,91 triliun, melonjak signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp1,36 triliun. Jumlah liabilitas terkumpul Rp2,2 triliun, menciut dari akhir 2024 sebesar Rp2,36 triliun. Total aset terakumulasi senilai Rp4,12 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu Rp3,72 triliun. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





