IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Laba Tower Bersama (TBIG) Melesat 56,6 Persen di Kuartal I, Ini 4 Perusahaan Penopangnya

25/05/2022, 17:20 WIB

Laba Tower Bersama (TBIG) Melesat 56,6 Persen di Kuartal I, Ini 4 Perusahaan Penopangnya

EmitenNews.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) hingga kuartal I-2022 membukukan laba bersih sebesar Rp415,27 miliar  atau naik 56,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2021, yang mencapai senilai Rp265,9 miliar. Sehingga laba bersih per saham dasar naik ke level Rp19,91 dari Rp12,75.

 

Dalam laporan keuangan kuartal I 2022 tanpa audit emiten anjungan telekomunikasi itu yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/5/2022) disebutkan, kenaikan laba tersebut karena pendapatan tumbuh 15,4 persen  menjadi Rp1,641 triliun yakni dari pendapatan sewa oleh  PT Indosat Tbk (ISAT) senilai Rp579,59 miliar atau naik 85,5 persen dibandingkan kuartal I 2021, yang tercatat sebesar Rp312,67 miliar.

 

Selain itu, pendapatan dari Telkomsel tumbuh 5,4 persen menjadi Rp566,33 miliar. Lalu, dari PT XL Axiata Tbk (EXCL) tumbuh 10,25 persen menjadi Rp258,41 miliar.

 

Demikian juga dari FREN yang tumbuh 19,04 persen menjadi Rp125,23 miliar. Bahkan dari anak usaha FREN, Smart Telecom melonjak 4.950 persen menjadi Rp101,09 miliar.

 

Walau beban pokok pendapatan membengkak 20,5 persen menjadi Rp405,71 miliar, namun laba kotor naik 13,7 persen menjadi Rp1,235 triliun. Beban pajak penghasilan turun 49,9 persen dan tersisa Rp53,417 miliar. Sehingga laba bersih periode berjalan naik 51,4 persen menjadi Rp430,19 miliar.

 

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 0,7 persen menjadi Rp42,152 triliun yang ditopang kenaikan saldo laba belum ditentukan penggunaannya sebesar 14,6 persen menjadi Rp3,858 triliun.






Author: K M