EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melabeli surat utang Chandra Asri (TPIA) idAA-. Rating itu, terkhusus obligasi berkelanjutan V maksimum Rp6 triliun. Dana hasil obligasi untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan. 

Saat bersamaan, Pefindo menegaskan peringkat perseroan dengan idAA-, dan obligasi masih beredar. Prospek peringkat perusahaan itu stabil. Peringkat itu, merefleksikan posisi terdepan perseroan dalam industri petrokimia yang didukung sinergi dengan mitra strategis, kegiatan usaha terintegrasi secara vertikal memadai.

Lalu, diperkuat dengan likuiditas, dan fleksibilitas keuangan kuat. Peringkat dibatasi struktur permodalan, dan kebijakan keuangan moderat, sensitivitas terhadap siklus industri, dan risiko dengan ekspansi proyek-proyek baru. Peringkat itu, telah mengalkulasi akuisisi Aster Chemical and Energy Pte Ltd pada April 2025.

Kemudian, akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals pada Agustus 2025, dan condensate splitter unit pada Juni 2025. Pefindo menilai kondisi itu, dapat memperkuat integrasi vertikal, dan diversifikasi produk yang akan berpengaruh positif pada pandas pasar, dan margin laba jangka menengah panjang, setelah mengoperasikan aset secara penuh. 

Tahun ini, billing Pefindo akan menjadi kunci bagi emiten asuhan Prajogo Pangestu tersebut. Perseroan diharap memfinalisasi sejumlah proses peremajaan proyek-proyek baru, dan mulai menghasilkan margin laba positif. Pefindo menilai perseroan masih memiliki likuiditas cukup, dan fleksibilitas keuangan kuat untuk belanja modal, modal kerja, dan utang jatuh tempo.

Pefindo bisa mengerek peringkat kalau perseroan memperkuat operasi terefleksi dari kemampuan menghasilkan EBITDA lebih dari proyeksi, dan berdampak positif bagi profil keuangan. Peringkat dapat dilorot kalau terjadi penurunan secara terus menerus profil keuangan karena margin laba lemah akibat lonjakan harga bahan baku.

Itu bisa diakibatkan permintaan produk petrokimia lemah, terutama pasar domestik, dan regional, atau harga bahan baku lebih tingli dari perkiraan. Peringkat bisa tertekan kalau fleksibilitas keuangan melemah terlihat dari porsi utang bank turun, atau melakukan ekspansi didanai dengan utang lebih tinggi dari proyeksi berdampak pada pelemahan profil keuangan. (*)