EmitenNews.com - PT Akulaku Silvrr Indonesia kembali menyerok 3.441.500 saham Bank Neo Commerce (BBYB). Transaksi pembelian setara 0,04 persen itu, dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama, pada 27 Januari 2022, Akulaku menyapu bersih saham Bank Neo sebanyak 2,04 juta lembar atau setara 0,02 persen. Lalu, pada 28 Januari 2022, Akulaku kembali membeli 1,4 juta lembar alias setara 0,02 persen.
Menyusul transaksi tanpa diketahui harga pelaksanaannya itu, Akulaku menggenggam saham Bank Neo 2.365.512.954 lembar setara 25,11 persen. Bertambah 0,04 persen dari sebelumnya 2.364.112.954 lembar alias 25,09 persen.
Sebelumnya, sepanjang periode 19-26 Januari 2022, Akulaku telah memboyong saham Bank Neo sebanyak 8.476.700 alias 8,47 juta lembar. Menyusul transaksi itu, kepemilikan saham Akulaku Silvrr per 26 Januari 2022 terus menggemuk.
Tepatnya, bertambah menjadi 2.362.071.454 alias 2,36 miliar lembar setara 25,07 persen. Melesat 0,09 persen dari periode 19 Januari 2022 sebanyak 2,35 miliar lembar alias setara 24,98 persen.
Selain Akulaku Silvrr Indonesia, pemegang saham Bank Neo lebih lima persen, per 31 Desember 2021 sebagai berikut. PT Gozco Capital 1,39 miliar lembar atau 14,811 persen. Rockcore Financial Technology Co. Ltd 576,59 juta lembar atau 6,122 persen, dan Yellow Brick Enterprise Ltd 487,21 juta lembar setara 5,171 persen. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





