EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,36 persen menjadi 6.118. Itu terjadi di tengah harapan rebound IHSG setelah mengalami tekanan jual pada September 2026. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold, dan terjadi penyempitan histogram negatif MACD.

IHSG ditutup di atas level MA5. Sehingga diperkirakan penguatan IHSG berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150-6.200. Di sisi lain, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk program stimulus kuartal IV 2026 mencapai Rp31 triliun. Pemerintah bertujuan memperkuat perekonomian nasional melalui kebijakan dengan fokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha.

Stimulus dilakukan berupa pembukaan rekening kepada warga negara berusia di atas 17 tahun yang termasuk dalam desil 1 sampai dengan 4, dengan anggaran Rp1,28 triliun. Stimulus kedua bantuan pangan berupa beras 10 kg dengan anggaran Rp17,5 triliun. Stimulus ketiga adalah bantuan subsidi upah dengan alokasi anggaran Rp12 triliun.

Memasuki 2027, pemerintah melanjutkan program magang bagi 150 ribu peserta, dan pelatihan vokasi bagi 300 ribu orang. Kemudian pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan diperluas ke seluruh sektor untuk 7,5 juta pekerja. Selain itu, Pemerintah juga memperpanjang PPN DTP hingga 2027 untuk rumah sampai Rp2 miliar, PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar untuk rumah berharga Rp5 miliar.

Pemerintah juga menyiapkan KPR bersubsidi bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk rumah hingga Rp500 juta. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Bank BCA (BBCA), Barito Pacific (BRPT), Bukit Uluwatu (BUVA), Bumi Minerlas (BRMS), dan Bayan Resources (BYAN). (*)