Lanjut Menguat, IHSG Uji Level Psikologis 7.000
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat 2,15 persen menjadi 6.979. Secara teknikal, terdapat pelebaran positive slope pada MACD, dan indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk golden cross pada pivot area.
Dengan demikian, penguatan indeks belum terbendung. Di mana, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 15 Mei 2025, indeks akan menguji resistance sekaligus sebagai level psikologis 7.000, dan posisi support 6.900. Berdasr data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Gajah Tunggal (GJTL), Rukun Raharja (RAJA), Perusahaan Gas Negara alias PGN (PGAS), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI). Di sisi lain, pasar Amerika Serikat (AS) mengantisipasi rilis data Producer Price Index (PPI) edisi April 2025 diperkirakan naik menjadi 0,2 persen dari Maret 2025 minus 0,4 persen.
Itu menandakan ada indikasi pemulihan sektor produksi atau manufaktur April 2025. Sementara rilis data retail sales April 2025 ditaksir tidak akan mengalami pertumbuhan atau 0 persen. Itu sebagai tanda dan petunjuk kalau konsumsi domestik AS mengalami stagnasi episode April 2025.
Pasar kawasan Eropa menanti rilis data GDP Growth Rate Prelimenary kuartal pertama 2025 Inggris diperkirakan tumbuh 1,2 persen, lebih rendah dari realisasi pertumbuhan 1,5 persen. Kondisi itu, menandakan aktivitas ekonomi Inggris mengalami perlambatan sepanjang kuartal pertama 2025.
Sementara dari domestik, pasar mengantisipasi rilis data Neraca Perdagangan edisi April 2025 diperkirakan turun menjadi USD2,5 miliar dari Maret 2025 di posisi USD4,33 miliar. Kondisi itu seiring perkiraan pertumbuhan nilai impor lebih tinggi dibanding nilai ekspor posisi April 2025. (*)
Related News
IHSG Bangkit ke 8.322, Sektor Kesehatan dan Konsumer Pimpin Rebound
IHSG Sesi I Naik 0,6 Persen ke 8.330, Satu Sektor Drop!
Tanpa Sertifikasi, Makanan Impor AS Harus Dinyatakan Tidak Halal
Yakin DN Mampu, Impor Pick-Up dari India Untuk Kopdes MP Perlu Dikaji
RI Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit
Buru Recurring Revenue Rp1,5 Triliun, Ini Tindakan Triniti Land Group





