EmitenNews.com - Guna memperluas jangkauan distribusi dan pemasaran produk lewat platform digital, PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menggandeng perusahaan e-commerce B2B GudangAda.
Lewat kerja sama ini Mustika Ratu yang telah memiliki merek dagang terdaftar dan melakukan pemasaran di platform GudangAda berhak mendapat status Official Store.
Dengan demikian Mustika Ratu dapat mengoptimalkan dukungan teknologi milik GudangAda yang telah menghubungkan lebih dari 750.000 pengguna, khususnya pelaku UMKM di lebih dari 500 kota di Indonesia.
Presiden Direktur Mustika Ratu, Bingar Egidius Situmorang mengatakan, perkembangan e-commerce yang sangat pesat di Indonesia membuat pihaknya yakin mampu mengembangkan bisnis yang akan menguntungkan pelanggan.
“Dengan adanya kerja sama Mustika Ratu dengan GudangAda ini diharapkan produk-produk kami dapat terdistribusi jauh lebih merata dan lebih luas di banyak toko di Indonesia, sehingga akan jauh lebih mudah didapatkan oleh konsumen Indonesia,“ ujar Bingar, dalam keterangan pers dikutip Jumat (25/3).
Dengan teknologi yang dimiliki GudangAda, berbelanja kebutuhan produk Mustika Ratu menjadi lebih cepat, aman, dan mudah sehingga turut membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) serta kebutuhan pasar akan pemenuhan dalam jumlah besar.
Platform dan ekosistem digital semakin berkembang dan menjamur dengan diferensiasi yang dimiliki masing-masing. Mustika Ratu akan terus menjalin sinergi dan kemitraan strategis dalam rangka memperluas jaringan distribusi baik di Indonesia maupun global.
“Harapan kami kolaborasi ini bisa mendorong distribusi produk Mustika Ratu lebih luas ke seluruh kota di Indonesia," sambungnya.
Chief Commercial Officer Gudang Ada, Budianto Hariadi, menyebut kerja sama dengan Mustika Ratu merupakan komitmen berkelanjutan mereka untuk menghadirkan solusi satu atap bagi seluruh pemain rantai pasok.
"Sebagai produsen, Mustika Ratu bisa memanfaatkan marketplace GudangAda untuk memperluas jangkauan pasar, bahkan hingga ke kota tier 3 di mana layanan GudangAda sudah hadir,” pungkas Budi.(fj)
Related News
SCPI Go Private, Pengendali Tawar Saham Publik Rp100 Ribu per Lembar
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA





