Leganya KDM, PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka Hingga 2049
:
0
Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Dok. Pikiran Rakyat.
EmitenNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi boleh bernapas lega. PT PLN (Persero) memastikan menyerap seluruh listrik hasil dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung. Telah disepakati Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) selama 20 tahun. Proyek yang kini memasuki tahap konstruksi itu, ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan kapasitas pembangkit 40,79 megawatt (MW).
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan PJBL antara PLN dan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) pada Maret 2026. PT JES merupakan badan usaha pelaksana proyek yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam keterangan resminya seperti dikutip Jumat (31/7/2026), Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar mengatakan, perjanjian tersebut memberikan kepastian pembelian listrik. Itu jelas berarti dukungan terhadap keberlanjutan proyek waste to energy sekaligus menyukseskan pelaksanaan program pemerintah dalam penanganan sampah.
“PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Melalui PJBL selama 20 tahun, atau hingga 2049, kami memberikan kepastian agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Suroso Isnandar.
PSEL Legok Nangka dirancang mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 40,79 MW atau sekitar 310 gigawatt hour (GWh) per tahun. Listrik yang dihasilkan nantinya akan masuk sistem kelistrikan PLN untuk disalurkan kepada masyarakat.
Bagian dari Upaya Pemerintah Percepat Pengelolaan Sampah Perkotaan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan proyek tersebut bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengelolaan sampah perkotaan melalui pemanfaatan teknologi waste to energy. Pembangunan PSEL Legok Nangka sejalan dengan target pemerintah menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” kata Wamen ESDM Yuliot Tanjung saat groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Rabu (29/7/2026).
Pemerintah mengharapkan proyek tersebut menjadi model pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah. Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah.
“Juga penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Related News
Koordinator MAKI Nilai Kualitas KPK Menurun, Mari Cek Faktanya
Alami Kesulitan, 490 Pemda Butuh Tambahan Anggaran Bayar Gaji PNS
Diduga Peras Bupati yang Terjaring OTT KPK, Iptu Dias Jadi Tersangka
Di Balik Isu Penggilingan Rp2T Mentan Ungkap Marak Praktik Mafia Beras
Rawat Budaya Osing, Menpar Widiyanti Apresiasi Pendampingan Astra
Rilis Proyek PSEL Legok Nangka, Target KDM Jadi Terbesar di Indonesia





