Lepas Jeratan Suspensi, Saham Garda Tujuh Buana (GTBO) Kembali Mengorbit
EmitenNews.com - Saham Garda Tujuh Buana (GTBO) kembali mengorbit. Itu setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka belenggu saham perseroan. Pelepasan pasung saham perseroan efektif sejak sesi I perdagangan.
”Sejak sesi I perdagangan hari ini, Senin, 19 Desember 2022, suspensi saham Garda Tujuh Buana dilepas,” tulis Goklas Tambunan, Kadiv Penilaian Perusahaan 3, BEI.
Dengan penghentian pembekuan saham itu, efek Garda Tujuh Buana sudah bisa diperdagangkan kembali di seluruh pasar. ”Sanksi suspensi dicabut setelah perseroan memenuhi seluruh kewajiban,” timpal Mulyana, PH Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI.
Sekadar informasi, Garda Tujuh Buana masuk barisan delisting. Maklum, suspensi saham perseroan telah berusia 24 bulan. Artinya, sepanjang 2,5 tahun terakhir, saham perseroan membeku dalam sunyi.
Ancaman delisting itu merujuk pada sejumlah ketentuan. Misalnya, pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor SPT–00017/BEI.PP3/07-2020 paa 14 Juli 2020 soal suspensi efek, dan peraturan BEI nomor I-I mengenai penghapusan pencatatan (Delisting), dan pencatatan kembali (Relisting) saham.
BEI bisa menghapus saham emiten apabila mengalami kondisi, atau peristiwa, secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status sebagai perusahaan terbuka, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan memadai.
Saham perusahaan tercatat akibat suspensi di pasar reguler, dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Berdasar RUPST 12 Mei 2022, susunan dewan komisaris dan direksi Garda Tujuh Buana antara lain Komisaris Utama Naveen Kwartra, Komisaris Independen Jatin Agrawal, Komisaris Pardeep Dhir, Direktur Utama Mastan Singh, Direktur Jones Manulang, dan Direktur Octavianus Wenas.
Per 30 September 2021, pemegang saham perseroan antara lain Bank Julius Baer and Co. Ltd 32,78 persen, DBS Bank Ltd-SG 33,40 persen, PT Garda Minerals 26,21 persen, dan masyarakat 7,61 persen. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





