Luncurkan OCTO Card Syariah, CIMB Niaga Syariah dapat Penghargaan dari MURI

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kanan) menerima Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk CIMB Niaga Syariah sebagai bank pertama di industri perbankan syariah yang meluncurkan produk kartu syariah digital (tanpa kartu fisik). Penghargaan diberikan oleh Senior Manager MURI Triyono dalam acara Peluncuran OCTO Card Syariah di Jakarta, Kamis (19/10/2023). dok. ist.
EmitenNews.com - CIMB Niaga Syariah meluncurkan OCTO Card Syariah di Jakarta, Kamis (19/10/2023). Peluncuran kartu syariah digital itu, mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bank pertama di industri perbankan syariah yang meluncurkan produk kartu syariah digital, atau tanpa kartu fisik.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kanan) menerima Penghargaan dari MURI untuk CIMB Niaga Syariah. Penghargaan diberikan oleh Senior Manager MURI Triyono dalam acara Peluncuran OCTO Card Syariah di Jakarta, Kamis.
Kartu pembiayaan syariah berbasis digital tanpa kartu fisik, atau plastik ini hadir untuk menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat. Khususnya dari kalangan digital savvy yang menginginkan layanan transaksi serba praktis, cepat, aman, dan ramah lingkungan.
Hadir dalam acara itu, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara, bersama President Director Mastercard Indonesia Aileen Goh, Head of Sharia Consumer CIMB Niaga Bung Aldilla.
Lainnya, Head of Credit Card, Merchant & Personal Financing Business CIMB Niaga Trisna L. M. Siahaan, dan Vice President & Head of Account Management Mastercard Indonesia Wibawa Prasetyawan. (Eko Hilman). ***
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker