Mengapa MSCI Tak Lepas dari Bayang-Bayang Morgan Stanley?
:
0
ilustrasi IHSG hari ini di tutup terkoreksi. DOK/AI
EmitenNews.com -Bagi para pelaku pasar modal di Indonesia, nama Morgan Stanley dan MSCI sering kali muncul dalam satu nafas, terutama saat pengumuman rebalancing indeks saham. Namun, apa sebenarnya hubungan di antara keduanya?
- Sejarah Kelahiran (The Heritage)
MSCI merupakan singkatan dari Morgan Stanley Capital International. Nama ini bukanlah kebetulan. Indeks ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1968 oleh Capital International, namun pada tahun 1986, Morgan Stanley membeli hak lisensi atas data tersebut dan mendirikan MSCI sebagai anak perusahaan.
Selama lebih dari dua dekade, MSCI beroperasi di bawah naungan Morgan Stanley, mengembangkan indeks-indeks global yang menjadi panduan utama bagi manajer investasi untuk mengalokasikan dana di berbagai negara, termasuk pasar negara berkembang (Emerging Markets).
- Spin-Off Menjadi Entitas Mandiri
Pada tahun 2007, Morgan Stanley memutuskan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) bagi MSCI, dan pada 2009, Morgan Stanley sepenuhnya melepas kepemilikan sahamnya (divestment). Meskipun kini MSCI adalah perusahaan publik yang independen (nyaris tidak ada hubungan kepemilikan lagi), nama "MSCI" tetap dipertahankan karena sudah menjadi merek dagang yang sangat kuat di industri finansial.
- Hubungan Fungsional Saat Ini
Meski sudah berpisah secara korporasi, keterkaitan operasional mereka tetap erat dalam ekosistem pasar modal:
- Benchmark Utama bagi Sekuritas Institusional: Entitas seperti Morgan Stanley & Co. International Plc menggunakan indeks MSCI sebagai tolok ukur untuk mengukur kinerja portofolio mereka dan menyusun strategi perdagangan bagi klien institusi.
- Produk Investasi: Unit Morgan Stanley Investment Management mengelola dana nasabah yang banyak di antaranya dirancang untuk mereplikasi atau mengikuti pergerakan indeks-indeks yang diterbitkan oleh MSCI.
- Pengaruh di Indonesia: Ketika MSCI memasukkan atau mengeluarkan sebuah saham (emiten) dari MSCI Indonesia Index, divisi broker Morgan Stanley biasanya menjadi salah satu pihak yang paling sibuk mengeksekusi transaksi besar dari investor asing yang menyesuaikan portofolio mereka.
Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1 persen KSEI per 30 April 2026, inilah daftar kepemilikan saham Morgan Stanley & Co. International Plc di saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
BIPI 1,256 miliar saham setara 1,97 persen
EMAS 225,44 juta saham setara 1,53 persen
FILM 1,135 miliar saham setara 10,43 persen
GOTO 15,10 miliar saham setara 1,27 persen
HILL 216,76 juta saham setara 1,47 persen
INCO 106,23 juta saham setara 1,01 persen
JSPT 34,91 juta saham setara 1,51 persen
LCGP 81,80 juta saham setara 1,1 persen
LPKR 856,28 juta saham setara 1,21 persen
MAPA 432,49 juta saham setara 1,52 persen
POLY 53,87 juta saham setara 2,33 persen
PTRO 116,23 juta saham setara 1,15 persen
PWON 772,12 juta saham setara 1,6 persen
RATU 27,74 juta saham setara 1,02 persen
Ada pula kepemilikan MITSUBISHI UFJ MORGAN STANLEY SECURITIES CO LTD dengan domisili Jepang di saham CMRY sebanyak 111,94 juta saham setara 1,41 persen.
Hubungan "Ayah dan Anak"
Secara teknis, Morgan Stanley adalah arsitek yang membesarkan MSCI hingga menjadi standar emas indeks global. Saat ini, hubungan mereka adalah hubungan profesional antara penyedia data (MSCI) dan pengguna data/pelaku pasar (Morgan Stanley).
Related News
Ada Calon IPO Jumbo Disebut-Sebut Bos Danantara!
Gagal Nanjak, IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 0,92 Persen ke 6.905,62
Pintu Academy: Tokenisasi Aset Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
IHSG Siang (11/5) Drop 1,14 Persen, Sektor Kesehatan Jadi Sorotan
Sumur Baru PHR di Lembak Kemang Hasilkan 3.073 Barel/Hari
Jalani Pekan Pendek, IHSG Mixed di Tengah Tekanan MSCI & Royalti ESDM





