EmitenNews.com - Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ir. Reni Yanita, didampingi Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin Afrizal Haris, Direktur IKM Logam Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin Ir. Dini Hanggandari, dan Direktur Industri Aneka Kemenperin Reny Meilany, melakukan kunjungan kerja ke PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), salah satu Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan Yayasan Astra, di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. 

Kunjungan itu, merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan Yayasan Astra dalam mendorong pertumbuhan IKM nasional. Itu sejalan dengan tema peringatan HUT ke-46 Yayasan Astra: “Bersinergi untuk Masa Depan Lintas Generasi UMKM Indonesia.” PT Bogor Sari Nutrisi dipilih sebagai salah satu contoh keberhasilan model pembinaan Yayasan Astra yang telah mendampingi IKM ini sejak 2024, menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga perluasan pasar. 

PT Bogor Sari Nutrisi merupakan bagian dari ribuan IKM binaan Yayasan Astra yang bergerak di bidang kuliner – khususnya pengolahan susu dan produk turunannya, termasuk Yess Yoghurt, keju mozarella, susu pasteurisasi, dan milk candy. Sejak bergabung dalam ekosistem pembinaan Yayasan Astra pada 2024, BSN telah mengikuti serangkaian program pelatihan dan pendampingan mencakup Basic Mentality, 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Quality Assurance Chain, Branding & Packaging, Komunitas Bisnis, Standard Operating Procedure (SOP), PDCA (Plan, Do Check, Action), hingga program Pemasaran yang berjalan hingga 2026. 

Mendorong Daya Saing IKM melalui Sinergi Strategis 

Dirjen IKMA Ir. Reni Yanita, menyaksikan langsung proses produksi PT Bogor Sari Nutrisi yang telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan kepatuhan pangan. Kunjungan itu, sekaligus menjadi ajang evaluasi dan apresiasi atas perkembangan IKM telah berhasil menembus pasar melalui berbagai saluran distribusi. Mulai reseller, toko oleh-oleh khas Bogor, hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kunjungan itu, juga merupakan bagian dari program Link and Match didukung Kemenperin, sejalan komitmen Yayasan Astra untuk menghubungkan IKM binaannya dengan rantai pasok dan ekosistem industri lebih luas. Sinergi itu, menjadi bukti nyata keselarasan visi antara Yayasan Astra dan pemerintah dalam mendorong IKM naik kelas dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. 

Sekretaris Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra, Ema Poedjiwati Prasetio, menyebut kunjungan Dirjen IKMA ke PT Bogor Sari Nutrisi merupakan momentum sangat berarti, tidak hanya bagi BSN, tetapi juga bagi seluruh ekosistem pembinaan IKM yang dibangun selama 46 tahun. ”Ini bukti bahwa dengan pendampingan konsisten, dan sinergi lintas pihak, IKM Indonesia mampu tumbuh, berkembang, dan diakui negara,” tegasnya. 

PT Bogor Sari Nutrisi, merupakan contoh sukses model pembinaan lintas generasi menjadi kebanggaan Yayasan Astra. Generasi pertama dan generasi kedua BSN, Juhana dan Lita, telah tampil sebagai Brand Ambassador dan Next Generation Yayasan Astra pada peringatan HUT ke-46, membawa semangat inovasi terus mendorong pertumbuhan bisnis keluarga ini. 

Komitmen Bersama untuk IKM Indonesia 

Memasuki tahun ke-46, Yayasan Astra semakin memperkuat sinerginya dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan strategis, termasuk Kementerian Perindustrian RI. Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari Program Link and Match untuk menghubungkan IKM dengan rantai pasok industri besar, hingga Program Training of Trainer (ToT) untuk memperluas kapasitas pembinaan IKM di seluruh Indonesia.