EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengemas kinerja di sepanjang kuartal I 2026 dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan yang melampaui industri.

Berdasarkan paparan publik BMRI yang dihelat Selasa (21/4/2026) laba konsolidasi Bank Mandiri tiga bulan pertama 2026 mencapai Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Kinerja ini diberdayakan oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp1.530 triliun per Maret 2026, terkerek 17,4 persen YoY, jauh di atas pertumbuhan kredit industri sebesar 9,37 persen.

Direktur Utama Riduwan dalam paparan publik (21/4) menyampaikan pertumbuhan kredit tersebut difokuskan pada sektor produktif, khususnya UMKM dan sektor padat karya.

“Total kredit Bank Mandiri tumbuh 17,4% secara year on year hampir dua kali lipat secara relatif terhadap pertumbuhan dari industri pertumbuhan kredit tersebut. Kami juga fokuskan untuk dapat mendorong aktivitas ekonomi riil khususnya pada sektor produktif dan padat karya hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM Bank Mandiri yang mencapai 5,27% secara year on year jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit UMKM di industri perbankan yang masih melanjutkan kontraksi,” ujar Riduwan.

Lalu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp1.675 triliun atau tumbuh 21,1 persen YoY, melampaui pertumbuhan industri sebesar 13,2 persen. Komposisi dana murah (CASA) juga meningkat menjadi Rp1.201 triliun atau naik 12,7 persen YoY.

Kinerja intermediasi ini diikuti oleh perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 0,98 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,17 persen. Selain itu, rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 6,13 persen dari sebelumnya 7,37 persen, sementara rasio Special Mention Loan (SML) membaik ke 3,02 persen.

Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini mengungkapkan pendapatan Bank Mandiri tetap tumbuh positif. Pendapatan bunga bersih tercatat Rp21,2 triliun atau naik 11,1 persen YoY, sedangkan pendapatan non-bunga mencapai Rp8,25 triliun atau tumbuh 4,42 persen. Secara total, pendapatan perseroan meningkat 9,15 persen menjadi Rp29,4 triliun.

Sementara itu, Direktur Corporate Banking M. Rizaldi menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut tetap diiringi dengan profitabilitas dan efisiensi yang kuat.

“Mandiri mampu menumbuhkan kredit sebesar 17,4% dan DPK sebesar 21,1% yang menunjukkan kuatnya respon pasar terhadap ekosistem yang dibangun, dengan laba konsolidasi yang mencapai 15,4 Triliun Rupiah atau tumbuh 16,6% secara tahunan, Return on Equity yang Solid di angka 22,1% dan permodalan yang terjaga kuat pada level 19,7%,” ujarnya.

Menilik profitabilitas, Return on Equity (ROE) tercatat 22,1 persen, sementara rasio permodalan (CAR) berada di level 19,7 persen, memberikan ruang ekspansi yang memadai. Efisiensi operasional juga membaik dengan rasio BOPO turun ke 58,0 persen.