Manuver! Jimmy Berbalik Borong 661,5 Juta Saham PSAB
Proyek tambang Doup masih dalam tahap konstruksi, milik perseroan melalui anak usaha Arafura Surya Alam. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Jimmy Budiarto berbalik menyerok saham J Resources Asia (PSAB). Kali ini, sang komisaris perseroan itu, menjala 661,5 juta saham emiten emas tersebut. Transaksi pemborongan saham itu, telah ditahbiskan pada 29 Desember 2025.
Transaksi penambahan saham itu, dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp126 per eksemplar. Skema harga beli itu diskon sekitar 439 poin alias 77,69 persen dari penutupan perdagangan saham perseroan periode 29 Desember 2025 di kisaran Rp565 per eksemplar.
Oleh sebab itu, Jimmy cukup merogoh dana sekitar Rp83,34 miliar. Menyusul pelaksanaan yang diklaim sebagai kesalahan pelaporan tersebut, timbunan saham J Resources dalam pangkuan Jimmy kembali menjadi 24,47 miliar eksemplar alias setara dengan 92,50 perssen.
Melonjak 2,5 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 23,81 miliar helai. Koleksi saham sebelum transaksi itu, selevel dengan 90 persen. Sekadar informasi, sebelumnya, tepat pada 23 Desember 2025, Jimmy memangkas kepemilikan saham J Resources Asia. Itu dilakukan dengan mendivvestasi 661,5 juta saham persseroan.
Transaksi senyap tersebut, dibantu oleh sejumlah sekuritas. Broker yang terlibat membidani transaksi tersebut terdiri dari Artha Sekuritas Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, dan Shinhan Sekuritas Indonesia. Implikasi dari transaksi itu, koleksi saham Jimmy sedikit terdilusi.
Tepatnya, menjadi 23,81 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 90 persen. Mengalami penyusutan 2,5 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 24,47 miliar saham. Kodeksi saham sebelum transaksi selevel dengan 92,50 persen. (*)
Related News
KrediOne Dorong Literasi Keuangan Lewat “Pindar Mengajar” di UNRI
ITMG Tancap Gas Eksplorasi, Gelontorkan Rp6,7 Miliar di Awal 2026
Dividen Jumbo BBRI Rp52,1T Setara 92 Persen Laba, Yield 6,1 Persen
RMKO Umumkan Rights Issue dan Rombak Manajemen
Dividen Final 2025 CMRY Rp100 per Saham, Recording Date 21 April
NIKL Bagikan Dividen USD292 Ribu, Setara 30 Persen Laba Minimalis





