Market Dinamis, Sambangi Saham BREN, BMRI, dan BBNI
:
0
Seseorang berjalan melintasi layar yang menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan menguat. Itu sesuai ekspektasi data personal consumption expenditures (PCE) periode Juli 2024. Berdasar data Biro Analisis Ekonomi Amerika Serikat (AS), PCE melonjak 0,2 persen secara bulan, dan secara tahunan surplus 2,5 persen.
Sementara itu, PCE inti secara bulanan naik 0,2 persen, dan secara tahunan melejit 2,6 persen. Data PCE sesuai ekspektasi tersebut makin memperkuat potensi pemangkasan suku bunga acuan pada 18 September 2024 mendatang.
Nah, lompatan Wall Street, dan aksi beli asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen positif pasar. koreksi beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, emas, nikel, dan tembaga berpeluang menjegal untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Pendeknya, IHSG akan memutari kisaran support 7.625-7.580, dan resistance 7.720-7.765. Menilik data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham berikut.
Antara lain Bank Negara Indonesia (BBNI), MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), Barito Renewables Energy (BREN), Jasa Marga (JSMR), Bank Mandiri (BMRI), dan XL Axiata (EXCL). (*)
Related News
IHSG Menguat Tipis dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp10.701T
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026
IHSG Rebound sejak Awal Oktober, Terbuka Peluang Penguatan Lanjutan
100 Hari Direksi Baru BEI, Pakar UGM Junjung Kinerja Reformasi Pasar
Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan ini
IHSG Menguat ke 6.093, Lima Saham Ini Catat Transaksi Tertinggi





