EmitenNews.com - Samator Indo Gas (AGII) per 31 Desember 2025 mentabulasi laba bersih Rp58,38 miliar. Melorot 44,37 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp104,95 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar susut menjadi Rp19 dari Rp34. 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp3 triliun, melonjak 3,45 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp2,9 triliun. Beban pokok penjualan Rp1,62 triliun, menciut dari posisi sebelumnya Rp1,63 triliun. Laba kotor terkumpul Rp1,38 triliun, mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp1,27 triliun. 

Beban penjualan Rp610,51 miliar, bengkak dari Rp549,62 miliar. Beban umum dan administrasi Rp359,09 miliar, melejit dari Rp334,95 miliar. Beban lain-lain Rp10,4 miliar, drop dari Rp18,75 miliar. Laba usaha Rp410,04 miliar, dari Rp406,16 miliar. Penghasilan keuangan Rp15,16 miliar, turun dari Rp23,07 miliar. 

Beban keuangan Rp325,94 miliar, bengkak dari Rp314,17 miliar. Laba tahun berjalan Rp62,61 miliar, anjlok dari Rp110,19 miliar. Total ekuitas Rp3,85 triliun, naik dari Rp3,78 triliun. Jumlah liabilitas Rp4,61 triliun, bengkak dari sebelumnya Rp4,22 triliun. Total aset Rp8,45 triliun, menanjak dari akhir tahun sebelumnya Rp8 triliun. 

Perseroan masuk barisan 10 emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias high shareholding concentration (HSC) pada segelintir investor. Di mana, 97,75 persen saham AGII dikempit sebagian kecil pelaku pasar. Selain itu, ada sembilan emiten lain dengan porsi kepemilikan saham oleh sedikit pemodal.

Yaitu, Lima Dua Lima Tiga (LUCY) 95,47 persen, Ifishdeco (IFSH) 99,77 persen, Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 persen, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 95,76 persen, Abadi Lestari Indonesia (RLCO) 95,35 persen, Rockfields Properti Indonesia (ROCK) 99,85 persen, Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 persen, dan Panca Anugrah Wisesa (MGLV) 95,94 persen. (*)