EmitenNews.com - Sebagai bagian dari upaya mengedepankan bidang Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (ESG), Matahari (LPPF) bekerja sama dengan Asia Pacific Rayon meluncurkan program pengelolaan limbah tekstil .
Sebagai bagian dari Proyek ESG Sunrise Matahari, program ini mendorong pelanggan Matahari untuk berpartisipasi dalam mengurangi limbah tekstil melalui proses daur ulang untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.
Pada tahap pertama, program ini fokus pada Denim Trade-In Nevada yang dilaksanakan di tiga gerai Matahari yakni Supermal Karawaci (Tangerang), Metropolitan Mall (Bekasi) dan Ciputra Mall (Jakarta).
"Matahari berkomitmen dalam mengurangi jumlah pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah. Kami juga berupaya mengelola perbaikan dalam manajemen limbah tekstil, sehingga pada akhirnya ini dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, Matahari sangat antusias bekerja sama dengan Asia Pacific Rayon dan mitra pemilahnya, yang memiliki pengalaman dan keahlian luar biasa di bidang ini serta menjalankan komitmennya dalam mendaur ulang kain secara berkelanjutan," kata Terry O'Connor, CEO Matahari dalam siaran pers (17/11).
"Sejalan dengan tujuan kami dalam mendukung industri fesyen dan tekstil Indonesia yang berkelanjutan, Asia Pacific Rayon dengan senang hati mendukung Matahari untuk mengadakan program ramah lingkungan ini. Kami menyediakan fasilitas daur ulang berupa dua drop box di setiap gerai dengan instruksi yang jelas untuk pengumpulan denim bekas dari pelanggan Matahari. Kami yakin program ini akan berkontribusi untuk mengurangi jumlah 26 ton limbah tekstil di Indonesia melalui proses pemilahan, penelusuran, dan daur ulang secara kimia," jelas Basrie Kamba, Director Asia Pacific Rayon.
Related News
BEEF Jelaskan Lonjakan Harga Sahamnya Hingga Disuspensi BEI
Emtek (EMTK) Lepas Saham, Kendali atas ACA Kini di Yuslinda Nasution
Pemegang Saham Wahana Inti Makmur (NASI) Ini Perbesar Porsinya
Dari Anak Usahanya, Emiten TP Rachmat Terima Dividen Rp786 Miliar
Transformasi Tuntas, Rekor Tertinggi Nasabah BSI (BRIS) jadi 24,3 Juta
Direktur ELSA Hera Handayani Mundur Jelang RUPS Permintaan PHE





