EmitenNews.com - PT Martina Berto Tbk (MBTO) pasang target pemulihan kinerja agresif pada 2026. Emiten kosmetik pemilik merek Sariayu Martha Tilaar itu membidik lonjakan penjualan nyaris Rp100 miliar sekaligus balikkan kondisi rugi menjadi laba.

Dikutip dari materi paparan publik, Senin (22/6/2026), manajemen MBTO menargetkan penjualan sepanjang 2026 mencapai Rp501,82 miliar atau meningkat 24,98% dibanding realisasi 2025 sebesar Rp401,5 miliar.

Tak cuma memburu pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga menargetkan perbaikan profitabilitas secara signifikan.

Perseroan juga membidik laba setelah pajak sebesar Rp24,8 miliar pada 2026, berbalik arah dari rugi bersih Rp27,8 miliar yang dicatat sepanjang 2025. Sementara EBITDA ditargetkan melonjak menjadi Rp61 miliar dari sebelumnya Rp12,1 miliar.

Perbaikan tersebut juga ditopang oleh target efisiensi operasional. Perseroan berencana menurunkan rasio harga pokok penjualan (COGS) dari 60,42% menjadi 58,49% serta memangkas porsi beban penjualan dan pemasaran dari 21,59% menjadi 17%.

Andalkan Digitalisasi hingga Produk Natural

Manajemen MBTO menyiapkan sejumlah strategi utama untuk menopang target tersebut.

Salah satunya adalah memperbesar kontribusi kanal digital melalui penguatan e-commerce dan live streaming sebagai motor penjualan daring. Di saat yang sama, Perseroan akan mendorong inovasi produk natural dan halal yang dinilai semakin relevan dengan tren konsumen saat ini.

Selain pasar domestik, MBTO juga berupaya memperluas pasar ekspor dengan pendekatan yang lebih selektif dan berorientasi profitabilitas.

Perseroan juga menaruh perhatian besar pada sisi efisiensi melalui optimalisasi rantai pasok, penyesuaian harga jual, otomatisasi proses kerja, hingga penguatan kontribusi anak usaha PT Cedefindo dan PT Tara Parama Semesta.