EmitenNews.com - Konstruksi pelat merah PT PP (Persero) Tbk (PTPP) hingga September 2021 mencatatkan laba bersih yang naik signifikan 207,46% secara tahunan (yoy). PTPP berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 129,41 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp42,09 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang rilis Jumat (29/10), kenaikan laba bersih seiring kenaikan pendapatan menjadi Rp 11,21 triliun. Pendapatan PTPP meningkat 10,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,12 triliun.
Bottom line PTPP terdorong dengan laba atas divestasi investasi entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya sebesar Rp 199,13 miliar. Selain itu, PTPP juga membukukan kenaikan laba ventura bersama sebesar Rp 341,66 miliar atau naik 55,93% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 219,11 miliar.
Secara rinci, jasa konstruksi menjadi kontributor utama dengan raihan Rp 8,79 triliun atau tumbuh 12,4% yoy. Lalu disusul EPC yang berkontribusi sebesar Rp 1,02 triliun, properti dan realti menyumbang Rp 992,86 miliar, pracetak sebesar Rp 164,14 miliar.
Selanjutnya, energi sebesar Rp 99,49 miliar, persewaan alat sebesar Rp 81,96 miliar, dan pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi sebesar Rp 55,73 miliar.
Beban pokok pendapatan PTPP tercatat naik 9,02% menjadi Rp 9,79 triliun. Perusahaan membukukan laba kotor Rp 1,42 triliun, tumbuh 24,56% yoy.
Beban usaha naik 6,32% yoy menjadi Rp 459,98 miliar. Beban keuangan PTPP juga naik 35,95% menjadi Rp 782,52 miliar dibandingkan kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 575,57 miliar.
Pendapatan lainnya juga mencatatkan penurunan menjadi Rp 212,60 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 260,91 miliar. Sedangkan, beban lainnya tercatat naik menjadi Rp 193,95 miliar dari kuartal ketiga 2020 sebesar Rp 96,08 miliar.
Hingga September 2021, total aset PTPP tercatat sebesar Rp 56,19 triliun atau naik 5,08% dari Desember 2020 sebesar Rp 53,47 triliun. Total ekuitas PTPP sebesar Rp 14,20 triliun dan total liabilitas sebesar Rp 41,99 triliun.
Adapun PTPP memiliki kas dan setara kas hingga September 2021 sebesar 5,31 triliun atau turun 29,29% dari Desember 2020 sebesar Rp 7,51 triliun.
Related News
MTEL Tabur Dividen 98 Persen Laba, Tembus Rp2,08 Trilliun
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak





