EmitenNews.com - Prime Agri Resources (SGRO) per 31 Maret 2026 mentabulasi laba bersih Rp107,93 miliar. Melorot 67,7 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp334,24 miliar. Alhasil, laba per saham dasar menjadi Rp59 dari sebelumnya Rp158. 

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp1,25 triliun, melorot 23,31 persen dari edisi sama tahun lalu Rp1,63 triliun. Beban pokok penjualan Rp1,044 triliun, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu Rp1,03 triliun. Laba kotor Rp214,23 miliar, mengalami perosotan dari periode sama tahun lalu Rp596,98 miliar. 

Perubahan nilai wajar aset biologis Rp45,68 miliar, melonjak dari Rp440 juta. Beban penjualan dan pemasaran Rp24,03 miliar, bengkak dari Rp22,36 miliar. Beban umum dan administrasi Rp108,08 miliar, bertambah dari Rp104,29 miliar. Pendapatan operasi lain Rp34,28 miliar, melonjak dari Rp21,62 miliar. 

Beban operasi lain Rp22,87 miliar, susut dari Rp25,74 miliar. Laba usaha Rp139,21 miliar, anjlok dari Rp466,63 miliar. Pendapatan keuangan Rp42,54 miliar, melejit dari Rp9,25 miliar. Beban keuangan Rp41,19 miliar, turun dari Rp45,18 miliar. Laba periode berjalan Rp107,93 miliar, anjlok dari Rp275,36 miliar. 

Ekuitas terkumpul Rp5,14 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp5,03 triliun. Total liabilitas Rp3,54 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2025 senilai Rp4,92 triliun. Jumlah aset Rp8,68 triliun, melorot dari periode sama tahun sebelumnya Rp9,96 triliun. (*)