Mengekor Wall Street, IHSG Kembali Tertekan
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah cukup signifikan. Itu dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi dampak negatif perkembangan teknologi kecerdasan buatan bisa menggangu model bisnis industri secara keseluruhan, dan menimbulkan pengangguran.
Emiten sektor keuangan Morgan Stanley drop 4,88 persen seiring ketakutan terhadap potensi distrupsi bisnis wealth management. Emiten logistik seperti C.H Robinson melorot 14,54 persen karena teknologi AI dikhawatirkan mengoptimalkan operasi pengiriman barang sehingga berdampak negatif terhadap pendapatan beberapa segmen bisnis perusahaan.
Lonjakan penggangguran akibat penggunaan teknologi AI juga dikhawatirkan menekan permintaan ruang perkantoran. Efeknya, saham CBRE susut 8,84 persen, dan SL Green Realy turun 0,73 persen. Koreksi indeks bursa Wall Street, aksi jual investor asing dalam jumlah cukup besar, dan harga mayoritas komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Kondisi itu, juga akan menekan indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang perdagangan hari ini, indeks akan melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 8.175-8.085, dan resistance 8.355-8.445. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan TINS, TLKM, PGEO, ADRO, UNVR, dan ASII. (*)
Related News
IHSG Rawan Koreksi, Serok Saham WIFI, IMPC, INDY, dan VKTR
Konflik Timteng Bayangi Pasar, IHSG Uji Level 6.900
Rupiah, Minyak, dan HSC Sudutkan IHSG, Ini Strategi IPOT
Empat Emiten Tebar Dividen, Simak Jadwal dan Imbal Hasilnya!
Cek! Berikut 10 Saham Top Losers dalam SepekanĀ
Periksa! 10 Saham Top Gainers Pekan Ini





