EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 25,61 poin atau 0,31% ke level 8.265,35 pada penutupan perdagangan Kamis (12/2/2026). Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 8.220 hingga level tertingginya di 8.334.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan sektoral yang cenderung mixed. Tercatat empat indeks sektoral mampu menguat, sementara tujuh sektor lainnya tertekan dan masuk ke zona merah.

Sektor barang baku mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,46%, disusul sektor properti yang naik 0,95% dan sektor transportasi menguat 0,44%.

Sebaliknya, tekanan paling dalam terjadi pada sektor kesehatan yang turun 1,25%. Sektor barang konsumen siklikal melemah 0,92%, sementara sektor barang konsumen non-siklikal terkoreksi 0,60%.

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai volume 43,26 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp23,85 triliun dan frekuensi 3,02 juta kali transaksi. Sebanyak 294 saham menguat, 384 saham melemah, dan 144 saham stagnan.

Di jajaran top gainers, saham UNIC melonjak Rp1.225 menjadi Rp12.375 per saham, disusul ROCK yang naik Rp480 ke level Rp2.420 per saham, serta SINI yang menguat Rp1.200 menjadi Rp14.950 per saham.

Sementara itu, saham DSSA terkoreksi Rp2.000 ke level Rp95.000 per lembar, RDTX turun Rp1.150 menjadi Rp15.150 per saham, dan IBST melemah Rp545 ke posisi Rp4.930 per saham.

Adapun saham-saham teraktif diperdagangkan antara lain BUMI dengan frekuensi 149.883 kali senilai Rp2,02 triliun, PADI sebanyak 95.596 kali senilai Rp274 miliar, serta ZATA yang ditransaksikan 96.307 kali dengan nilai Rp264 miliar.