Mengekor Wall Street, IHSG Susuri Zona Hijau
:
0
IHSG mencetak rekor terbaru. FOTO - AJI/Emitennews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup menguat. Itu menyusul rilis data nonfarm payrolls untuk Desember 2025. Berdasar data Biro Ketenegakerjaan Amerika Serikat (AS) akhir tahun lalu ada tambahan pekerja 50 ribu. Lebih rendah dari November 2025 direvisi turun menjadi 56 ribu.
Tambahan itu, juga lebih rendah dari konsensus dengan ekspektasi ada penambahan jumlah pekerja 73 ribu. Meski lebih rendah dari ekspektasi namun investor melihat data tersebut menunjukkan ekonomi AS terus berusaha bangkit, dan meyakini pertumbuhan akan meningkat.
Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,4 persen dari sebelumnya 4,5 persen. Penguatan mayoritas indeks Wall Street, dan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, emas, timah, nikel dan tembaga diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak melanjutkan penguatan dengan kisaran support 8.880-8.825, dan resistance 8.995-9.050. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Archi (ARCI), Antam (ANTM), J Resources (PSAB), Alamtri Mineral (ADMR), Harum (HRUM), dan Japfa (JPFA) sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000





