Mengintip Rencana Bisnis Selamat Sempurna (SMSM) di 2023 dengan Capex Rp100 Miliar
EmitenNews.com—PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menargetkan adanya pertumbuhan kinerja baik laba bersih dan pendapatan sebesar 15% pada tahun 2023. Hal itu disampaikan Direktur Keuangan Selamat Sempurna, Ang Andri Pribadi, dalam Public Expose Live 2022, Rabu.
Ang Andri Pribadi mengungkapkan bahwa untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan melanjutkan strategi yang sudah dijalani hingga saat ini, diantaranya yaitu bekerjasama dengan distributor baik lokal maupun luar negeri. Selain meningkatkan sales, Perseroan juga akan menambah cabang guna memperluas jaringan bisnis.
"Dengan begitu, kami optimis pertumbuhan kinerja yang sudah kami canangkan akan tercapai, bahkan lebih. Tahun ini (2022), itu akan tumbuh 15% baik top line maupun buttome line, dan dilanjut tahun depan (2023), dengan pertumbuhan yang sama, sehingga secara konsisten selama lima tahun kedepan pertumbuhan kinerja kita akan double digit," tegasnya.
Terkait penambahan cabang, Ang Andri Pribadi menambahkan, Perseroan akan membuka cabang di Jawa Timur. Pembukaan cabang tersebut, diharapkan dapat menambah jaringan bisnis Perseroan.
"Penambahan cabang ini juga diharapkan bisa mencakup area yang lebih luas termasuk Kalimantan dan Sulawesi nantinya," ucapnya.
Perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar pada tahun 2023. Nilai capex tahun depan, sama dengan nilai capex yang dianggarkan pada tahun ini.
Ang Andri Pribadi menjelaskan, dana tersebut nantinya akan dipergunakan diantaranya untuk perbaikan mesin atau peremajaan mesin. Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk program otomatisasi.
"Dengan begitu, dampaknya akan lebih positif bagi perseroan baik dari sisi biaya dan efisiensi nantinya," tegas Ang Andri Pribadi.
Terkait sumber pendanaan capex tahun 2023, Ang Andri Pribadi menuturkan, seluruhnya akan berasal dari kas internal Perseroan, mengingat Perseroan memiliki kas internal yang sangat kuat.
"Kami perusahaan yang sehat, hampir tidak ada hutang. Jadi, sumber pendanaan capex tahun 2023, tetap dari kas internal perusahaan," pungkasnya.
Related News
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
RMKE Tutup 2025 dengan Kinerja SolidÂ





