Menkeu: Pertumbuhan dan Stabilitas Terjaga, Ekonomi Takkan Morat-Marit
:
0
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri forum panel dalam Rapat Pimpinan (Rapim) POLRI bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pada Rabu (11/02), di Jakarta.(Foto: Kemenkeu)
EmitenNews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya stabilitas nasional sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri forum panel dalam Rapat Pimpinan (Rapim) POLRI bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, pada Rabu (11/02), di Jakarta.
Menkeu menjelaskan bahwa untuk mencapai stabilitas nasional yang dinamis diperlukan dukungan dari berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, disertai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kepastian hukum yang tegas.
“Selama bisa menjaga pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi domestik, kita tidak perlu takut negara akan morat marit. Jadi fokus kita menjaga itu dengan bantuan Polri, Mendagri, dan lainnya untuk memastikan mesin pertumbuhan dalam negeri berjalan dengan baik.,” ungkap Menkeu.
Saat ini, Pemerintah telah menciptakan inisiatif kanal debottlenecking untuk mendorong kemudahan iklim berinvestasi di Indonesia. Menkeu Purbaya juga mengajak institusi POLRI untuk turut bergabung agar dapat berkontribusi mengatasi segala hambatan dalam sektor bisnis di Indonesia, serta membangun kepercayaan pelaku usaha dan investor saat ini.
“Mungkin ke depan saya minta Pak Kapori atau Wakilnya di sini, supaya kita bisa memfollow up hal-hal yang terjadi,” ujarnya.
Terkait anggaran, Menkeu menyebutkan dukungan pemerintah terhadap Polri terus meningkat. Dalam periode 2021–2026, anggaran belanja Polri tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun. Kenaikan tersebut dialokasikan untuk memperkuat kapasitas operasional, mendukung pengamanan serta modernisasi peralatan. Dengan kapasitas yang semakin baik, Polri diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan kepastian hukum yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Jadi tolong uang yang dianggarkan dipakai betul-betul setiap rupiahnya agar bermanfaat bagi ekonomi kita, memperkuat ketertiban dan memberikan keamanan yang maksimal,” pungkas Menkeu.(*)
Related News
Bisnis Layanan GUCD Perta Arun Gas Diminati Kapal LNG Global
Emas Dunia Turun Ke USD4.261, Antam Melorot Rp16.000 per Gram
Yield Obligasi AS Sentuh Level 2007, Pasar Antisipasi Suku Bunga Fed
Dolar Perkasa di 101,1, Tekan Rupiah dan Pasar Asia
Nikkei Melesat 500 Poin Ditopang Saham AI dan Dividen
AS-Iran Tegang, Fed Hawkish, Harga Emas ke Level Terendah 7 Minggu





