EmitenNews.com - MNC Group tanpa wakil dalam MSCI Global standard indeks, dan Small Cap Indeks. Itu setelah MNC Tourism (KPIG) tergusur dari MSCI Small indeks edisi Agustus 2026. Edisi Mei 2026 lalu, MSCI juga telah menggebuk MNC Digital (MSIN) dari SMCI Small Cap Index.

KPIG tergusur bersama 8 emiten lain antara lain Bank Jago (ARTO), Bukalapak (BUKA), Essa Industries (ESSA), MD Entertainment (FILM), Medikaloka Hermina (HEAL), Raharja Cepu (RATU), Semen Indonesia (SMGR), dan Transcoal Pacific.

Lalu bagaimana sepakterjang emiten Hary Tanoesoedibjo tersebut sepanjang paruh pertama 2026? Pada semester I 2026 itu, KPIG mengemas laba bersih Rp349,6 miliar, turun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp421,7 miliar.

Pendapatan terkumpul Rp1,11 triliun, melonjak dari episode sama tahun lalu Rp963,9 miliar. Namun, beban pokok pendapatan turut bengkak menjadi Rp809,1 miliar dari periode sama tahun lalu Rp635,6 miliar. Jumlah ekuitas Rp29,93 triliun, surplus dari akhir 2025 senilai Rp28,76 triliun.

Total aset Rp36,67 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu Rp35,99 triliun. Kemarin saham KPIG stagnan di level Rp74. Sejak awal 2026, saham KPIG anjlok 52,87 persen alias 83 poin dari edisi 2 Januari di kisaran Rp157 per eksemplar. (*)