MSCI November Diprediksi Masih Freeze Saham Indonesia
:
0
Potret pengunjung menatap papan perdagangan saham di BEI. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Review MSCI November mendatang diperkirakan masih mempertahankan status freeze untuk saham-saham Indonesia.
Sesuai jadwal, Index Review MSCI berikutnya dijadwalkan pada 11 November 2026 dan berlaku efektif 1 Desember 2026. Review tersebut merupakan semi-annual review dengan cakupan evaluasi yang lebih luas.
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menyampaikan, status freeze tersebut didasari pada dua persoalan yang sebelumnya muncul pada saham-saham berkapitalisasi besar, yakni BREN, DSSA, dan GOTO.
“MSCI sudah dua kali kena batunya gara-gara saham besar kita,” kata Liza.
Liza menjelaskan, persoalan pertama berkaitan dengan free float. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga secara teori mampu menampung transaksi investor asing dalam jumlah besar. Namun, menurut dia, free float yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan investor tidak sebesar yang tercatat.
Persoalan kedua berkaitan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Berbeda dengan BREN dan DSSA, Liza menilai persoalan free float GOTO tidak menjadi masalah karena porsinya berada di atas 70%.
“Free float di atas 70%, IPO unicorn terbesar di Indonesia, laporan keuangannya sudah cetak laba sejak awal 2026. Tetap saja harganya nyungsep di bawah Rp50,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi itu dapat menjadi pertimbangan MSCI untuk menentukan keputusan mendatang. Sebab, saham-saham besar yang sebelumnya telah masuk dalam penyaringan indeks masih menghadirkan persoalan, sehingga MSCI dinilai akan memperketat penilaian untuk saham yang dapat masuk maupun keluar dari indeks.
“Cabut freeze artinya MSCI mempertaruhkan lagi kredibilitas penilaiannya sendiri, dan itu bakal langsung kelihatan di daftar addition/deletion yang baru,” kata Liza.
GOTO Ditendang dari Indeks Utama MSCI
Related News
Jaring Solusi Digital Berbasis AI, Telkomsel Geber NextDev ke-12
IHSG Anjlok 1,88 Persen, Saham Emiten Haji Isam Turun Paling Dalam
10 Bulan Berjalan, Baru Tujuh Perusahaan Listing di 2026
Jeda Siang (8/10) IHSG Terdepresiasi, Melorot 0,8% ke Level 6.097
Stop Ekspor Murah, Bahlil Kaji Moratorium Nikel Setengah Jadi
Rentan Volatil, IHSG Pagi Kembali Melaju ke 6.159





